GABRIEL Jesus tidak bisa melupakan jasa Sergio Aguero musim lalu. Ya, striker Manchester City itu sempat mengalami fase kering gol pada paro pertama dengan hanya mencetak 7 gol dari total 21 golnya dalam semusim. Dan, seperti dilansir Manchester Evening News, Jesus berutang kepada Aguero yang terus memberinya semangat agar ketajamannya kembali. Tapi, besok pagi untuk sementara striker 22 tahun itu akan "berkhianat" kepada Aguero. Itu disebabkan Brasil yang bersua Argentina pada semifinal Copa America.
''Aku belajar banyak darinya (Aguero, Red). Sekarang, aku ingin bisa menendang lebih banyak (dibandingkan di City musim lalu, Red). Segalanya sudah berubah saat ini,'' ucap eks pemain Palmeiras itu.
Tidak salah jika ambisi Jesus sangat tinggi pada Copa America kali ini. Selain karena Selecao jadi tuan rumah, hingga menjejak empat besar dia belum menyumbang gol bagi Brasil.
Itu disebabkan pelatih Tite lebih memilih Roberto Firmino sebagai starter. Dan, momen paling tepat bagi Jesus untuk mengakhiri tren nirgolnya adalah dengan membobol gawang Argentina.
Secara keseluruhan, pemilik 29 caps dan 16 gol bersama Brasil itu juga punya misi pribadi jelang laga besok pagi. Yakni, mengejek Aguero dan bek tim tango sekaligus The Citizens Nicolas Otamendi jika berhasil menyingkirkan mereka dan bablas juara saat kembali ke klub.
''Mereka punya pemain terbaik Lionel Messi dan salah satu striker terbaik Aguero. Tapi, kujamin mereka akan kesusahan melawan kami dan kami akan mempertahankan catatan belum kebobolan pada Copa America kali ini,'' lanjut Jesus. (io) Messi Tanpa Gol Di Ajang Resmi
Kapten Argentina Lionel Messi baru membukukan satu gol di Copa America 2019 ini. Itupun lahir dari titik penalti ketika lawan Paraguay (20/6). Gara-gara seretnya angka gol itulah meski Argentina menang namun Messi tak pernah sepi dari kritikan.
Semifinal versus Brasil di Copa America 2019 ini bisa menjadi titik balik pemain berjuluk La Pulga itu. Sepanjang karir internasionalnya, Messi sembilan kali bertemu Brasil. Messi tiga kali menang, sekali seri, dan lima kali kalah. Bapak tiga anak tersebut pun membukukan empat gol diantara sembilan pertemuan.
“Sayangnya keempat gol tersebut tidak ada satupun yang tercipta di ajang resmi. Atau semua gol Messi ke gawang Brasil 'hanya' di level ujicoba internasional,” tulis TyC Sports kemarin (1/7).
Pelatih Argentina Lionel Scaloni kepada ESPN Deportes menegaskan peniliannya kepada Messi tak berubah. Messi tetaplah Messi. Pemain paling vital buat tim sekaligus inspirasi buat pemain lainnya.
“Jika kalian menyaksikan apa yang diberikan Messi kepada tim di ruang ganti maka semua tak akan memberikan kesan negatif buatnya. Dia punya kontribusi yang sangat besar untuk tim ini,” kata Scaloni.
Saat melawan Venezuela (29/6), Messi membuat tiga tembakan, dua terblok, dan satu off target. Lantas ketika melawan Qatar (24/6), Messi menghasilkan dua tembakan, satu on target dan satu off target.
Versi Scaloni setiap lawan Argentina pasti melakukan penjagaan habis-habisan kepada sang superstar. Limitasi kepada Messi seringkali dilakukan berlapis dan tak hanya satu pemain yang ditugaskan mematikan Messi.
“Kami dalam tim ini memahami situasi yang ada di lapangan setiap kali Messi melakukan dribbling. Karena itu kami tak akan membebankan menang atau kalah kepada satu orang pemain saja,” tambah Scaloni.
Sementara itu, jika Messi dimainkan dalam el clasico versus Brasil Rabu (3/7) pagi mendatang maka Messi akan menyamai rekor Javier Mascherano. Yakni sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di Copa America. Yakni 26 kali. Messi sudah berpartisipasi di Copa America sejak 2007, 2011, 2015, 2016, dan 2019. (dra)
Editor : izak-Indra Zakaria