SURABAYA–Nyaris sebulan pemain-pemain Persipura Jayapura tidak pulang ke Papua. Selepas menjamu Persija Jakarta pada 11 September 2019 di Kukar, Boaz Solossa dkk selalu pulang ke Surabaya dari tur tandang. Pun melakoni partai kandang yang dimainkan di Gelora Delta, Sidoarjo.
Karena itu, begitu pertandingan kontra PSM Makassar yang sedianya dimainkan 6 Oktober 2019 ditunda, Persipura langsung balik kanan. Pulang ke Papua. ”Karena jarak ke pertandingan berikutnya cukup lama, kami putuskan pulang ke Jayapura. Ke Papua,” kata Pelatih Persipura Jacksen F Tiago.
Laga lawan PSM ditunda karena kepolisian Makassar tidak menerbitkan izin pertandingan. Faktor keamanan menjadi alasan. Padahal, pertandingan tersebut sejatinya berstatus laga tunda putaran pertama. Kala itu laga diundur karena berbarengan dengan jadwal PSM yang bermain di AFC Cup.
Skuat Persipura yang sudah telanjur merapat ke Makassar untuk menjalani partai tunda itu pun langsung memutuskan pulang. Sebab, pertandingan berikutnya masih dimainkan 20 Oktober 2019. Tepatnya saat Persipura menjamu Arema FC di Stadion Aji Imbut, Kukar.
Pertandingan lawan PSM sendiri dijadwal ulang pada 16 November 2019. ”Pilihan untuk pulang ke Jayapura kami ambil agar para pemain bisa melepas rindu dengan keluarga. Sebab, sudah hampir sebulan tim tidak pulang ke Jayapura,” ungkap Jacksen.
Pelatih asal Brasil itu meyakini para pemain pasti sangat rindu dengan keluarganya. Baik dengan istri, anak-anak, orangtua, dan saudara lainnya. Jacksen pun berharap kesempatan pulang ke Papua tersebut dimanfaatkan betul para pemainnya.
Dengan begitu, beban rindu yang sebelumnya dipikul para pemainnya bisa lepas. Sehingga saat kembali bertanding nantinya pemain-pemain Mutiara Hitam lebih segar dan bersemangat lagi. ”Harapannya dengan tambahan energi itu kami bisa melanjutkan tren positif selama ini,” ujar Jacksen. (fim/jpg/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria