BANJARBARU - Sedikit sensitif membicarakan tentang handicap para golfer. Dari angkanya ketahuan seberapa hebat dan handal golfer itu bermain golf. Jika handicapnya masih di atas sepuluh besar, bisa dibilang masih amatir. Apalagi di atas dua puluh besar, terbilang masih pemula.
Siapakah golfer di Padang Golf Swargaloka dengan handicap 1? Siapa lagi kalau bukan atlet andalan Kalsel, Ismail. Mail telah melewati berbagai macam metode latihan untuk mendapatkan handicap 1 ini. Makanya sampai sekarang masih tetap konsisten. “Banyak-banyak latihan pukulan pendek seperi chip dan drive juga. Terus banyak latihan, jangan sampai kendor. Manfaatkan waktu yang ada,” kata golfer yang sebenarnya juga lolos PON XX Papua 2020 itu.
Mail berani mengklaim satu-satunya yang memiliki handicap 1 di Padang Golf Swargaloka. Ini semua berkat kerja kerasnya selama ini. “Sementara ini di Swargaloka baru saya saja. Saya ingat betul perjuangannya dari handicap 28 sampai akhirnya menjadi 1,” kata golfer Banjarbaru itu.
Apa tipsnya hingga bisa mempertahankan handicap 1 selama ini. “Latihan terus, jangan malas melatih pukulan-pukulan dan ayunan stik,” ingatnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, pegolf amatir perlu juga mengetahui cara menghitung handicap. Di Swargaloka Golf Club sekarang menggunakan cara terbaru menentukan handicap para golfer. Dengan menggunakan sistem 36.
Caranya dengan menghitung jumlah skor setiap par dari hole 1 sampai hole 9 (putaran pertama). Kemudian skor dari hole 1-9 dijumlahkan. Selanjutnya menghitung skor setiap par di hole 10 sampai hole 18 (putaran kedua). Kemudian skor hole 10-18 dijumlahkan. Jika sudah mendapatkan skor di setiap putaran, selanjutnya kedua skor putaran pertama dan kedua dijumlahkan. Hasil dari penjumlahan skor inilah yang bisa menentukan handicap seseorang. Menguranginya dengan angka 36.
Misalkan, skor golfer 19. Jadi rumusnya 36-19 = 17. Jadi handicap golfer ini adalah 17. Di Swargaloka golfer dengan handicap 17 biasanya masuk kategori Flight B.
Handicap golfer terdiri dari 1 sampai 24. Semakin sedikit handicap berarti golfer itu sudah pro. Sebaliknya semakin banyak handicap berarti golfer itu masih amatir atau hanya baru belajar bermain golf.
Terkait batalnya golf dipertandingkan di PON, Mail hanya bisa pasrah. Ingin protes juga tak bisa. “Cuma bisa sabar,” jawabnya singkat. Dia hanya berharap digelar event lain selevel PON untuk mengobati kekecewaannya itu.(mal/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin