Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Serie A Bisa Berakhir Prematur, Potenti tanpa Capolista dan Penghapusan Degradasi

izak-Indra Zakaria • Rabu, 11 Maret 2020 - 14:49 WIB
Laga Juventus dan Inter Milan yang tanpa dihadiri penonton karena Covid -19.
Laga Juventus dan Inter Milan yang tanpa dihadiri penonton karena Covid -19.

MILAN– Penyebaran virus korona (Covid-19) di Italia tampaknya semakin meluas.  Buktinya, kemarin waktu setempat, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan bahwa semua event olahraga, termasuk Serie A, dihentikan untuk sementara. Tak sekadar dihentikan.  Namun, pemerintah Italia juga melakukan karantina di seluruh negeri hingga keadaan membaik. Semua warga dilarang meninggalkan rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Warga dan pemerintah Italia memang pantas untuk waswas.  Sebab, hingga kemarin tercatat ada 9.172 kasus yang dinyatakan  positif korona. Bahkan, 1.598 di antaranya terjadi hanya dalam 24 jam yang berujung kematian 97 orang. Total, korban jiwa menjadi 463 dan 733 lainnya dalam perawatan intensif.

 “Angka tersebut menjelaskan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam penularan (Covid-19, Red). Kita harus mengorbankan sesuatu untuk kebaikan seluruh Italia,'' ucap Conte seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Meski begitu, semua tim tetap diperbolehkan menggelar latihan. Beberapa tim seperti Juventus, Atalanta, Napoli, AS Roma, dan Inter Milan yang masih ada pertandingan di kompetisi Eropa, masih bisa berlaga minimal tanpa penonton, atau sesuai jadwal yang  ditetapkan melalui pertimbangan dari pemerintah.

Sedangkan mengeanai hak siar televisi, belum ada pembaruan. Pekan depan, akan ada pertemuan yang akan membahas hak-hak televisi untuk periode tiga tahun hingga 2024. Dalam pertemuan itu sangat mungkin akan jadi kesempatan untuk membahas kelanjutan hak siar musim ini.

Lantas, bagaimana nasib Serie A selanjutnya? La Repubblica melansir beberapa kemungkinan yang bisa ditempuh jika kondisi tak membaik hingga bulan depan. Yang pertama adalah menyusun ulang jadwal pertandingan untuk bulan Mei, dengan bermain setiap dua atau tiga hari. Artinya, akan ada penundaan di Coppa Italia hingga Juni atau Agustus. Nah, jika tetap kukuh ingin melanjutkan kompetisi hingga wabah Covid-19 mereda, sangat mungkin bisa berimbas kepada progres Italia sebagai salah satu dari 12 negara tuan rumah Euro 2020.

Yang kedua musim berakhir prematur. Ini bisa menjadi opsi terburuk. Tetapi, FIGC (federasi sepak bola Italia) sangat mungkin tidak akan memberikan scudetto kepada tim mana pun karena musim tidak selesai. Termasuk kepada Juventus yang saat ini jadi capolista. Tetapi tim-tim yang lolos ke Liga Champions dan Liga Europa tetap dipilih sesuai regulasi.

Sisi baiknya dari musim yang berakhir lebih dini, adalah tidak adanya klub yang degradasi. Jadi, untuk musim depan Serie A akan bermain dengan 22 tim. Itu efek dari dua tim teratas Serie B yang promosi langsung tanpa jalur playoff yang juga akan ditiadakan. (io/bas) 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa