JAKARTA-Sepeninggal Ratu Tisha, hingga kini posisi sekretaris jenderal (sekjen) PSSI belum bertuan. Sejumlah nama pun mencuat untuk menjadi sang suksesor.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri menyebut, salah satu kandidat pengganti Tisha adalah Maaike Ira Puspita yang saat ini menjabat deputi sekjen. Perempuan yang juga adik ipar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu menjabat deputi sekjen sejak 17 Januari.
Namun, belakangan pernyataan Cucu sempat jadi bola panas di internal PSSI. Beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) pun angkat bicara membantah pernyataan pria yang juga direktur utama PT LIB tersebut.
Salah satunya Haruna Soemitro. Dia mengatakan, sampai saat ini, Iwan Bule–sapaan Mochamad Iriawan–belum memberikan satu nama pun sebagai pengganti Tisha. Isu nama pengganti memang banyak mencuat, tapi semua tidak resmi dari pernyataan ketum PSSI.
Menurut Haruna, penunjukan sekjen PSSI itu hak prerogatif ketua umum. Anggota Exco PSSI tidak bisa ikut campur di dalamnya. “Kami hanya dimintakan persetujuan saja. Silakan ketum mengajukan ke exco, nanti sama-sama kami nilai,” paparnya.
Hal senada diungkapkan anggota exco lainnya, Yunus Nusi. Dia membenarkan sampai saat ini belum ada nama yang diusulkan Iwan Bule kepada anggota exco sebagai pengganti Tisha. “Semua melalui proses lebih lanjut,” ujarnya.
Yunus malah mengaku belum menerima surat pengunduran diri Ratu Tisha. Begitu pula dengan Iwan Bule. “Kami masih menunggu arahan ketua umum PSSI untuk menggelar rapat exco. Termasuk juga menentukan pengganti sekjen. Hingga saat ini siapa pelaksana tugas atau pejabat sementara sekjen PSSI belum kami putuskan secara resmi,” paparnya.
Soal surat pengunduran diri, Tisha sempat berkabar melalui WhatsApp kepada Haruna Soemitro, Senin (13/4) lalu. Isinya, selain pamit dan izin untuk mundur dari jabatan sekjen PSSI, perempuan 35 tahun itu menjelaskan, surat pengunduran dirinya memang belum sampai ke anggota Exco PSSI. Dalam penjelasan Tisha, surat resmi pengunduran dirinya untuk Exco PSSI dititipkan ke Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. Hal tersebut sesuai arahan Iwan Bule.
Melalui rilis media PT LIB, Cucu Somantri juga meluruskan pernyataannya terkait deputi sekjen yang bakal menggantikan Tisha di posisi sekjen. Hal itu dilakukan setelah PSSI mengeluarkan rilis resmi soal bantahan pernyataan Cucu.
Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyatakan tak ingin ikut campur terlalu dalam tentang mundurnya Ratu Tisha. Menurut dia, hal itu menjadi ranah PSSI sebagai organisasi. Pihaknya juga tidak ingin berpolemik tentang siapa pengganti Tisha.
Hal terpenting, lanjut dia, mundurnya Tisha tak boleh mengganggu kinerja PSSI. Yang utama tentu saja terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-20. “Pemerintah berharap soliditas di internal PSSI tetap terjaga,” ungkapnya.
Mundurnya sosok yang menjadi sekjen sejak 2017 itu tentu diharapkan tidak membuat komunikasi terhambat. Sebab, sejauh ini memang Tisha yang getol dalam proses persiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
Event Piala Dunia U-20 menjadi salah satu atensi bagi Kemenpora. Menpora menegaskan, kesempatan tersebut terbilang langka. “Ya ini event perdana yang belum tentu 10–20 tahun lagi kita dapatkan,” ungkapnya.
Karena itu, sebelum Covid-19 meluas di Indonesia, khususnya di Jakarta, Menpora intens berkoordinasi dengan PSSI mengenai keberlangsungan Piala Dunia U-20. (jpc/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria