BANJARMASIN - Barito Putera dan Martapura FC sempat memiliki striker tangguh yang merupakan putra asli daerah Kalimantan Selatan, Saifullah Nazar. Meski sudah berumur, tetap ingin berkarier di dunia sepak bola hingga saat ini.
Setelah tak lagi membela Barito Putera dan Martapura fC, pemain yang akrab disapa Iful itu memilih bermain di kejuaraan level antar kampung (Tarkam). Terakhir pemain kelahiran Martapura, Martapura 15 Maret 1989 ini membela tim Trada Ajab Martapura Kabupaten Banjar. "Saya masih bermain sepak bola. Saya tetap ingin terus bermain sepak bola," ujarnya .
Iful tidak merasa malu walau bermain di level tarkam. Baginya sepak bola tidak hanya profesi, tapi juga hobi. Iful bermain terakhir di liga profesional saat membela Martapura FC di Liga 2 musim 2019 lalu.
Walau penghasilan di tarkam tidak sebesar di liga profesional, Iful tetap bersyukur. Apalagi sudah memiliki usaha sampingan dengan berjualan secara daring. "Saya ikut menjalankan usaha online (daring) bersama istri," kata Iful.
Usaha yang digeluti di bidang kuliner. Sudah memiliki banyak pelanggan di wilayah Martapura dan sekitarnya.
Iful paling terkenang saat berhasil membawa Barito Putera dua kali naik kasta di Liga Indonesia. Saat itu Iful yang bergabung sejak di Divisi 2 tahun 2009 membawa The Yellow Rivers juara dan promosi ke divisi 1.
Bahkan Iful meraih predikat sebagai pencetak gol terbanyak bagi tim saat itu dengan 16 gol. Raihan ini belum bisa dipecahkan pesepak bola asli Banua yang bermain di tim Barito Putera. "Itu divisi 2, bukan liga 2. Sebab waktu itu ada divisi 3, divisi 2, divisi 1, serta divisi utama dan ISL," terang Iful.
Iful kemudian membawa Barito meraih juara divisi utama sekaligus promosi ke Liga Super Indonesia (ISL). "Itu kenangan yang paling tidak bisa dilupakan saat membela tim Barito Putera," kata Iful.
Selama bersama Barito, Iful sudah berhasil menorehkan 22 gol bagi tim. Saat ini Iful menjadi pemegang rekor putra asli Banua yang mencetak banyak gol bersama Barito Putera.
Tiga tahun di tim Barito, Iful tersingkir dari ketatnya persaingan di lini depan. Kemudian memilih bergabung ke Martapura FC dari 2015. Namun Iful hanya bertahan dua tahun di tim yang juga berjuluk Macan Ghaib ini. 2018, Iful tidak ikut karena mengalami cedera. Setelah itu Iful kembali diminta bergabung pada musim 2019.
Bersama tim Laskar Sultan Adam, Iful sudah menorehkan 10 gol dari berbagai ajang kejuaraan. Walau kini tak ada kompetisi, Iful tetap menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit. "Biasanya latihan fisik di depan rumah. Kalau tidak bisa bersepedaan," tuntasnya.(bir/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin