BANJARMASIN – Setelah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020, Barito Putera justru enggan untuk membeli pemain berlabel bintang. Padahal sejumlah tim Liga 1 lainnya telah mengamankan pemain bintang. Bahkan ada pula tim yang mendatangkan pemain asing muda sebagai tambahan amunisi musim ini.
Barito justru mendobrak materi pemain dengan mengandalkan sederet pesepak bola muda jebolan Elite Pro Academy Liga 1 U-18 dan U-20. Pemilik klub Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman menilai berhubung kompetisi Liga 1 tanpa degradasi, ini kesempatan bagi timnya mengorbitkan pemain muda. "Untuk meraih sebuah prestasi, jangan mau instant. Kita bisa saja beli pemain-pemain bintang, kita kumpulkan satu tim," ungkap Hasnuryadi.
"Tapi bukan itu yang kita mau. Kami ingin mencetak pemain bintang, bukan membeli pemain bintang," tambah sosok yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI itu.
The Yellow Rivers pernah punya pengalaman meraih posisi terbaik di peringkat keenam klasemen akhir ISL 2013, meski tanpa pemain bintang.
Sementara ketika mendatangkan pemain berlabel Timnas seperti Evan Dimas, Gavin Kwan, Paulo Sitanggang hingga Samsul Arif, belum ada prestasi yang menyamai tahun 2013. "Terbukti pada tahun 2019, kurang bintang apa tim kita. Bertabur bintang malah, tapi prestasinya hampir degradasi," ujar Hasnur.
"Malah waktu awal-awal promosi kembali ke Liga 1 tahun 2013, dengan pemain seadanya mencapai prestasi tertinggi, di peringkat keenam," bandingnya. Barito kali ini diprediksi akan memercayakan line up Liga 1 2020 kepada pemain muda yang baru promosi seperti Bagas Kaffa, David Maulana, dan lain-lain.(bir/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin