Pelan namun pasti, PSSI terus meyakinkan kepolisian agar dapat memberi izin demi bergulirnya Liga Indonesia 2021.
BILA ingin kompetisi bergulir, salah satu syarat yang harus bisa dipenuhi oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yakni urusan bergulirnya pertandingan tanpa penonton. Sekaligus memastikan tidak ada agenda nonton bareng oleh suporter di luar lokasi pertandingan.
Mengenai syarat tersebut, Sekretaris Persiba Rahmad Sumanjaya mengatakan, manajemen bakal menyosialisasikan soal larangan ini. “Kalau soal larangan suporter hadir ke stadion, kami akan mendukung. Sebab, kami juga ingin memutus penyebaran virus,” kata dia.
Nah, tentu manajemen tak akan jalan sendirian, rencananya Balistik diajak terlibat dalam menyosialisasikan dan mengimbau personelnya. “Pasti (libatkan suporter), soal suporter manajemen akan melibatkan Balistik,” tegas Rahmad.
Di sisi lain, laki-laki asal Surabaya ini meminta operator dan PSSI juga menyiarkan pertandingan Liga 2, tak hanya Liga 1. “Ini juga mesti diperhatikan. Jangan sampai Liga 2 tidak kebagian siaran langsung,” kata Rahmad.
Soal supporter memang jadi bahasan serius. Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku bakal ada sanksi tegas jika ada kelompok suporter yang nekat menggelar nonton bareng atau hadir ke stadion. “Nanti dijelaskan cara dan mekanismenya lebih lanjut, yang jelas sanksinya berat jika melanggar,” tegasnya.
Selain supporter, ada enam bahasan utama yang dipresentasikan PSSI dan PT LIB kemarin. Di antaranya menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan. PSSI juga melakukan pembatasan jumlah yang hadir di stadion. Maksimal hanya 299 orang, meliputi pemain, ofisial, perangkat pertandingan, panitia pelaksana, pejabat terkait, media, keamanan, medis, dan kru televisi. (hul/ndy/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria