Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dispora Bikin Kecewa

uki-Berau Post • Selasa, 1 November 2022 - 20:35 WIB
TIDAK DIIKUTSERTAKAN: Cabor senam salah satu yang tidak diikutsertakan dalam Popda, padahal sejumlah atletnya diyakini bisa mendulang medali. Terlebih posisi atlet juga sudah berada di Samarinda, tempat dilaksanakannya Popda cabor senam.
TIDAK DIIKUTSERTAKAN: Cabor senam salah satu yang tidak diikutsertakan dalam Popda, padahal sejumlah atletnya diyakini bisa mendulang medali. Terlebih posisi atlet juga sudah berada di Samarinda, tempat dilaksanakannya Popda cabor senam.

TANJUNG REDEB - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau Alhamid, turut menyikapi kekecewaan sebagian cabang olahraga yang sudah turut ambil bagian di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Kabupaten Paser, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alhamid, tak sedikit cabor menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan Popda tahun ini. Secara pribadi, Alhamid juga kecewa atas kinerja Dispora Berau yang memang dalam hal ini selaku leading sektornya. Menurut Alhamid, mestinya Dispora bisa memetakan cabor atau atlet siapa saja yang bisa berpotensi mendulang medali untuk diikutkan dalam ajang Popda tersebut.

“Kecewa dengan langkah Dispora, harusnya bisa berkoordinasi dengan KONI untuk memetakan cabor atau atlet mana saja berpotensi mendulang medali. Secara teknis KONI yang tahu itu,” ujarnya, kemarin (31/10).

Menurutnya, ke depan harus berkoordinasi dengan KONI khususnya dalam pemetaan cabor dan atlet yang betul-betul bisa mendulang medali.

“Jangan jalan sendiri, diharapkan berkomunikasi yang baik dengan KONI. Jangan menyampingkan peluang medali dan pada akhirnya prestasi dianggap kurang. Karena bisa menjadi tolok ukur kita di Porprov nanti sebenarnya,” tegasnya.

Seperti cabor menembak misalnya, diakui Ketua Cabor Menembak, Yan At, bahwa dari 12 atlet yang diusulkan, hanya 1 saja yang disetujui diikutkan dalam Popda. Sementara pihak penyelenggara tetap meminta untuk mengirim 12 atlet dari masing-masing kabupaten kota.

“Yang ditanggung Dispora hanya 1 atlet saja. Jadi terpaksa atlet lainnya tetap kita berangkatkan dengan biaya pribadi. Itu murni agar atlet betul-betul bisa tetap semangat dan membawa nama Berau,” jelas Yan At.

Alhasil pun terbukti, tidak sia-sia pengorbanannya memboyong 11 atletnya dengan dana mandiri. Karena para atlet-nya mampu menyumbangkan 3 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Sehingga turut membawa Berau di peringkat 5 besar di ajang Popda tersebut.

“Dari segi prestasi kami mampu dan berhasil buktikan, tapi sayangnya Dispora hanya bisa memberangkatkan 1 atlet saja di cabor menembak. Andai kata 11 atlet ini tidak kami berangkatkan, Berau bisa 5 besar mungkin tidak akan tercapai,” bebernya.

Tak terkecuali bagi cabor senam yang sebelumnya juga sempat turut menyayangkan para atletnya tak bisa berjuang untuk kontingen Berau di ajang Popda.

Hal senada juga diutarakan Pelatih Cabor Senam Berau, Novi. Sejatinya katanya, untuk cabor senam dipertandingkan di Kota Samarinda. Terlebih untuk atletnya pun yang sudah dianggap mampu memperkuat Bumi Batiwakkal berada di SKOI Samarinda.

“Jadi sebenarnya atlet Berau ready di Samarinda. Tempat pertandingannya pun di Samarinda. Jadi tidak ada alasan sebenarnya kalau harus mencoret cabor senam dari Popda,” ujarnya saat ditemui di SKOI Samarinda, beberapa waktu lalu.

Jika alasannya karena keterbatasan biaya, dengan cabor senam yang tidak membebani kontingen, kata Novi tentu sangat disayangkan, karena tiga medali yang ditargetkannya di Popda harus lepas.

Apalagi pihaknya sendiri sudah berencana akan menurunkan tim terbaik di Popda. Bahkan potensi medali di semua nomor yang dimainkan mampu dilakoni atlet Berau. Jadi dari segi prestasi pun bisa dijaminnya.

“Sudah sempat berkomunikasi dan mempertanyakan kepastian keikutsertaan cabor senam di Popda ke Dispora, tetapi sampai keabsahan berjalan tidak ada informasi apapun, jadi sangat kita sayangkan,” jelasnya.

“Padahal kita tidak begitu membebani daerah kalau alasannya karena anggaran. Apalagi TC pun bisa berjalan dengan latihan di SKOI. Persiapan atlet Berau sendiri pun juga sudah cukup maksimal padahal. Sudah menyiapkan atlet khusus untuk bisa tampil di Popda, tapi sayang tidak ikut,” bebernya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KONI Berau La Ode Ilyas, mengaku dalam hal ini memang Popda adalah kewenangan Dispora Berau. Tapi ketika berbicara prestasi, tentu memang sangat disayangkan jika cabor senam tak bisa berlaga di Popda.

“Secara psikologis, karena atlet ini tidak ikut di Popda dan merasa mempunyai prestasi yang bagus, hanya bisa jadi penonton. Tentu saja akan berpengaruh mental mereka di Porprov nanti,” jelas La Ode.

Disebut La Ode, baiknya Dispora dan Cabor harus ada komunikasi yang baik, sehingga tidak memberikan keputusan yang harus mengorbankan atlet. “Kami juga turut menyayangkan hal ini, karena emas lepas di tangan tanpa ada koordinasi,” tutupnya.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Olahraga Dispora Berau, Haris, hanya menyebut alasan sedikitnya atlet yang diikutsertakan dalam Popda tidak lain karena keterbatasan anggaran.

“Anggaran minim, makanya kirim atlet terbatas. Kalau aja tadi anggarannya ada, semua cabor pasti kita ikutkan di Popda,” singkatnya. (mar/sam)

Editor : uki-Berau Post
#olahraga