Hari ini, Rabu (8/2), merupakan hari terakhir bagi tim penjaringan dan penyaringan Musorkab KONI Berau menyelesaikan tahap verifikasi berkas dari tiga bakal calon Ketua KONI Berau periode 2023-2027.
SUMARNI, Tanjung Redeb
LA ODE Ilyas, namanya tak asing lagi bagi insan olahraga di Bumi Batiwakkal. Setelah selama periode empat tahun lalu dipercaya sebagai Wakil Ketua KONI Berau. Dengan segudang pengalamannya, La Ode memantapkan diri maju dalam bursa pencalonan Ketum KONI Berau, periode 2023-2027.
Kepercayaannya pun semakin bertambah setelah menyerahkan berkas dukungan tertulis melebihi dari 30 persen yang disyaratkan, yakni sebanyak 31 dukungan cabor. Tentu menjadi modal besar bagi La Ode untuk bertarung dengan dua kandidat kuat lainnya. Yakni Taupan Madjid dan Najemuddin, yang digadang-gadang juga berpotensi menduduki kursi Ketua KONI.
Dikatakan La Ode Ilyas, salah satu hal yang juga memotivasi dirinya untuk maju, karena melihat potensi olahraga di Berau yang dinilai sangat mungkin dikembangkan lebih baik lagi. Sehingga menurutnya, jika tidak betul-betul dipimpin oleh orang yang memiliki visi dan misi yang bisa membawa olahraga di Berau lebih maju, khawatir grafik prestasi olahraga tersebut menurun.
Sehingga moto yang mereka ambil dalam pencalonan tersebut adalah "Berau Sport Exponential" yang berarti grafik olahraga Berau yang terus meningkat. Terutama dalam hal prestasi untuk para atlet di setiap kompetisi bergengsi. Jika melihat hasil Porpov 2018 lalu, Berau berhasil masuk 5 besar, yang sebelumnya tidak pernah menembus posisi tersebut.
"Dan berhasil dibuktikan empat tahun selanjutnya di Porprov 2022 lalu, dengan posisi kedua. Tentu ini menjadi catatan prestasi yang sangat luar biasa, bisa meningkatkan target dari empat tahun sebelumnya," ujar La Ode.
Sentilan Ketua KONI Berau Alhamid yang akan mengakhiri masa baktinya, yang menyebut sebuah tantangan besar untuk membawa KONI Berau bisa terus berkembang, justru makin memotivasi La Ode. Terlebih KONI Berau mampu membuktikan keraguan banyak pihak, ketika Berau dipercaya sebagai tuan rumah Porprov VII Kaltim. Keraguan itu berhasil ditepis dengan segala keterbatasan, bisa mewujudkan sukses prestasi, sukses pelaksanaan, dan menjadi harapan pemerintah bisa sukses pemberdayaan ekonomi.
"Dengan capaian-capaian tersebut, sehingga meyakinkan saya bahwa jika tim ini kompak dan bisa diakomodir semuanya, rasanya yang menjadi harapan pemerintah daerah, hingga pelaku-pelaku olahraga itu pasti bisa kami jawab," tegasnya.
Hal lainnya diungkapkan La Ode, ada beberapa parameter yang meyakinkan dirinya bisa membawa olahraga Berau menjadi lebih bagus lagi. Pertama organisasi harus makin dimantapkan. Selama ini meski sekalipun sudah ada, tetapi monitoring dan evaluasi, harus tetap dimaksimalkan.
"Bukan berarti yang dulu tidak jalan, tapi harus dimaksimalkan apa yang sudah berjalan baik. Tetap moto kami akan kita perkuat, jadi semangat kami bagaimana caranya bisa meningkat terus olahraga ini," jelasnya.
Mengenai kekurangan, La Ode menilai hal itu pasti ada dan tidak bisa dihindari. Tetapi dengan tim yang kuat La Ode percaya bisa terselesaikan semua. Jadi pihaknya mempunyai prinsip, bahwa bukan bekerja sama tetapi bersama-sama untuk bekerja. Perbedaannya dari dua kalimat ini, kalau bekerja sama itu bisa jadi muncul yang sendiri saja, yang lainnya ketinggalan. Tetapi kalau bersama-sama bekerja, sudah di atas pasti dikejar, tidak ada yang ketinggalan.
"Tidak ada perbedaan di antara kita dalalm memajukan olahraga di Berau ini," tuturnya. "Bukan berarti bekerja sama itu salah, tetapi kami balik, bersama-sama untuk bekerja," sambungnya.
La Ode sangat optimistis dapat maju sebagai calon Ketum KONI Berau. Karena menurutnya jabatan ketua umum bukan untuk belajar, bukan ajang coba-coba. Ia menyebut KONI Berau harus dipimpin figur yang sudah mengerti mengenai konsep olahraga di Berau.
"Artinya kalau tidak pernah mengerti dan bukan dari pengurus KONI, tentu akan berat dijalani. Jadi bukan lagi saatnya mau belajar, tetapi sekarang kita harus dua atau tiga langkah lebih maju," imbuhnya.
Pada kesempatan itu, La Ode mengucapkan terima kasih kepada teman-teman cabor yang telah memberikan dukungan kepadanya. Ia menilai, KONI Berau harus bertumbuh lebih baik. Terkait dengan kandidat lain, La Ode yakin semuanya memiliki keinginan yang sama, membesarkan dan mengembangkan olahraga di Bumi Batiwakkal.
"Saya pikir kepercayaan rekan-rekan kepada kami, itulah nanti yang akan dilihat. Karena keseriusan kita ini bukan main-main. Jika ingin berkiblat dengn kemajuan olahraga, tentu harus memiliki satu visi dan misi. Ayo, sama-sama jalani dan besarkan olahraga ini," tuturnya.
La Ode, berharap visi misinya bisa terwujud. Apalagi tim yang sudah berhasil membuktikan membawa Berau berprestasi di Porprov. Mempertahankan posisi kedua di Porprov, menjadi tantangan besar. Butuh pengorbanan, minimal pengorbanan waktu.
Untuk diketahui, La Ode mulai bergelut di dunia olahraga sejak puluhan tahun lalu. Awalnya menjadi ketua cabor tinju tahun 2001 yang dipimpinnya dua periode berturut-turut. Saat itu, juga menjadi awal masuknya olahraga tinju di Berau.
La Ode mengaku mulai mengenal dan hobi olahraga sejak SMA. Bahkan prestasi karate tingkat nasional sudah berhasil diraihnya hingga menjajal Pra Pon. Tak lama, dirinya bekerja di perusahaan swasta yang akhirnya vakum karena kesibukannya bekerja.
Lalu masuk dalam kepengurusan KONI Berau sejak periode 2010 di masa kepemimpinan Teddy Abay. Kemudian berlanjut dua periode di bawah kepemimpinan Alhamid.
"Di periode yang sama, saya kembali dipercaya untuk memegang cabor korfball, dan kembali lagi memegang cabor tinju untuk periode selanjutnya setelah vakum beberapa tahun," tutupnya. (*/udi)
Editor : uki-Berau Post