Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Masa Depan Sepatu Roda Kaltim

izak-Indra Zakaria • Senin, 10 Juli 2023 - 17:37 WIB
KOMPETITIF: Para atlet mengincar posisi terdepan.
KOMPETITIF: Para atlet mengincar posisi terdepan.

Tuntas sudah Kejuaraan Sepatu Roda Nusantara Open 2023. Bukan tidak mungkin, dari event ini muncul atlet sepatu roda yang menjadi andalan Kaltim di berbagai ajang nasional maupun internasional.


BALIKPAPAN – Kejuaraan ini diikuti ratusan pelajar dari seluruh daerah di Kaltim, Minggu (9/7). Event yang digelar di Lapangan Parkir Balikpapan Islamic Center (BIC) ini memperlombakan atlet-atlet muda, berusia 4 hingga 17 tahun.

Rangga Putra Pratama Wibisono, salah satu atlet senior yang juga ambil bagian dalam pertandingan kemarin, mengaku sangat senang. Pasalnya, setelah lamanya tidak ada event yang digelar, kali ini ada kejuaraan yang terlaksana di regional Kaltim.
“Alhamdulillah, kejuaraan ini bisa berjalan lancar. Terima kasih kepada NIS (Nusantara Inline Skate) Balikpapan yang sudah mengadakan kejuaraan ini. Jadi bisa memunculkan bibit-bibit atlet muda Kaltim, dan kalau ada yang kurang bisa diperbaiki,” ujar pesepatu roda berusia 20 tahun ini.

Melihat banyaknya atlet pemula, Rangga mengaku bangga. Artinya, sepatu roda Kaltim sukses dalam hal regenerasi. Serta tidak kehabisan pencetak prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, peraih medali perak di ajang PON XX/2021 Papua ini kembali mempersiapkan diri untuk agenda Pra PON 2023. Karenanya, ia pun bakal mempersiapkan diri sebaik mungkin meski waktu yang tersisa tidak banyak.

“Dimaksimalkan dulu untuk satu tim, targetnya tentu bisa meraih tiket ke PON Aceh dan Sumut. Apalagi, nanti bakal berhadapan daerah yang kuat seperti DKI Jakarta dan tim-tim asal Pulau Jawa lainnya,” tambahnya.Senada Ratu Siva Hutami Purba juga turut senang dengan terlaksananya Nusantara Open 2023. Dia bahkan bisa meraih juara di empat nomor tanding junior, yakni 5.000 meter, 1.000 meter, 200 meter, dan relay putri.

Tak hanya itu, keikutsertaannya pada Pra PON 2023 ini merupakan kali pertama baginya. Meski cukup tegang, remaja 14 tahun ini optimistis bisa bersaing dengan daerah kuat asal berlatih dengan tekun dan mewujudkan mimpinya untuk turun ke panggung PON Aceh dan Sumut.

Hal sama turut dirasakan empat atlet asal Balikpapan yang juga berkesempatan untuk mencicipi panggung Pra PON 2023. Mereka adalah Achmad Zaky Novian, Arfa Harith Handoko, Neema Maida Nareswary,dan Bintang Badar Bagaskara.
Diakui Zaky, kejuaraan kali ini jadi momen untuk belajar lebih banyak dan melatih diri. “Karena di sini ada Kak Rangga, yang memang ikut PON edisi sebelumnya. Jadi, kami yang muda-muda ini bisa belajar tekniknya yang memang sudah cukup jauh,” ucapnya.

Melakoni Pra PON perdananya, ia mengaku mesti banyak berlatih dengan tim. Mengingat misi besar mereka untuk berebut tiket PON mesti diwujudkan. “Saya akui atlet-atlet luar daerah itu mainnya bagus. Makanya saya harus berlatih lebih lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ari Pramono selaku ketua panitia menyebut, meski hari pertama event tersebut diguyur hujan, namun ia bersyukur kejuaraan bisa berakhir lancar. Para atlet juga tidak ada yang mengalami cedera serius.
“Ke depan, jika digelar di Balikpapan lagi, kami bakal mengupayakan agenda yang lebih baik. Kami optimistis atlet yang ikut akan lebih banyak,” kata dia.

Mewakili Perserosi Balikpapan dan sebagai pelatih NIS Balikpapan, ia mengaku bangga dengan bergabungnya atlet Kota Minyak ke skuad Pra PON. “Untuk target tentu ingin dapat medali di PON. Tetapi, yang terpenting anak-anak bisa mendapat pengalaman lebih dalam bertanding,” pungkasnya. Diketahui, ada 155 atlet sepatu roda pelajar yang mengikuti kejuaraan ini. Berasal dari 10 klub dari seluruh daerah Kaltim, seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.(er)

OKTAVIA MEGARIA
oktaamegaa@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria