Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Carlos Alcaraz vs Djokovic: Untuk Menjadi yang Terbaik, Kalahkan yang Terbaik

izak-Indra Zakaria • 2023-07-16 13:10:38
Carlos Alcaraz
Carlos Alcaraz

’’Seperti yang aku katakan selama ini, jika ingin menjadi yang terbaik, kamu harus mengalahkan yang terbaik,” ucap petenis Spanyol Carlos Alcaraz dilansir Eurosport kemarin (15/7).

Sebuah psywar yang menggambarkan petenis 20 tahun itu memang sama sekali tidak gentar dengan Nole, sapaan akrab Djokovic, menjelang final malam ini (16/7).

Untuk masuk final, Alcaraz mengalahkan petenis ranking ketiga dunia Daniil Medvedev tiga set langsung 6-3, 6-3, 6-3 di semifinal kemarin.

Ya, final tunggal putra ajang tenis tertua sejagat tahun ini memang menyuguhkan komposisi final ideal. Alcaraz yang kini menduduki ranking I dunia bakal meladeni Djokovic yang kini berada di peringkat ke-2 dunia.

Djokovic yang sudah menginjak usia 36 tahun kembali berburu rekor monumental malam ini. Jika menjadi kampiun, dia tercatat sebagai juara ajang tersebut lima kali berturut-turut. Total gelar yang akan dia kumpulkan di Wimbledon juga bakal genap menjadi delapan.

Catatan-catatan itu akan membuatnya menyamai rekor sang legenda Wimbledon Roger Federer.

’’Aku sadar laga final ini bakal sangat-sangat sulit,” ucap Djokovic seusai menaklukkan Jannik Sinner 6-3, 6-4, 7-6(4) di semifinal kemarin. ’’Dia (Alcaraz) petenis yang penuh motivasi. Muda dan selalu lapar. Tapi, aku juga masih lapar. Jadi, mari kita berpesta,” tambah pemilik 23 gelar grand slam itu dilansir situs resmi ATP.

 Sejauh ini kedua petenis baru bertemu dua kali dan saling mengalahkan. Di pertemuan terakhir pada semifinal grand slam Prancis Terbuka Mei lalu, Djokovic menang 6-3, 5-7, 6-1, 6-1. Sebelumnya pada pertemuan pertama, Alcaraz menang atas Djokovic di semifinal Madrid Master 2022. Saat itu, Alcaraz menang 6-7(5), 7-5, 7-6(5).

Pandit yang juga mantan petenis profesional Amerika Serikat Patrick McEnroe mengatakan, kedua petenis sebenarnya punya gaya bermain yang mirip. Djokovic maupun Alcaraz memiliki pukulan forehand bertenaga. Backhand dua tangan keduanya juga mematikan. Ditambah mereka sama-sama memiliki pertahanan yang solid.

’’Alcaraz lebih powerful dan memiliki refleks elektrikal yang lebih cepat. Tapi, Alcaraz belum memiliki pukulan slice yang semenakutkan Djokovic,” ucap McEnroe dilansir Sportkeeda.   (*)

Editor : izak-Indra Zakaria