Jendela transfer paruh musim Liga 1 2023/2024 memang belum dibuka. Namun, itu tak menghalangi Borneo FC Samarinda bergerak cepat memperkuat komposisinya.
SEPENINGGAL Jonathan Bustos yang ke PSS Sleman, lini tengah Pesut Etam memang terasa lesu darah. Demi mengisi kekosongan tersebut, tidak jarang pelatih Pieter Huistra bereksperimen. Beberapa pemain dicoba mengisi pos tersebut.
Seperti menempatkan Terens Puhiri yang posisi sejatinya sebagai winger, untuk tampil lebih ke tengah. Jelle Goselink yang diharapkan mampu menggantikan peran Bustos musim lalu justru tampil di bawah ekspektasi. Pemain asal Belanda itu bahkan lebih banyak menghabiskan waktu sebagai benchwarmer alias penghangat bangku cadangan.
Tak ingin situasi itu berlarut, apalagi sampai menghambat misi meraih juara musim ini, manajemen Borneo FC pun bergerak cepat. Selasa (10/10), mereka memperkenalkan Willem jan Pluim sebagai pemain barunya. Ya, gerakan Pesut Etam benar-benar cepat. Sebab, belum 24 jam berlalu sejak Pluim dikabarkan berpisah dari PSM Makassar. Sesi pengenalan itu dirangkai dengan penandatanganan kontrak.
Presiden Borneo FC Samarinda Nabil Husien Said Amin mengatakan, keputusan mendatangkan eks PSM Makassar itu sesuai kebutuhan tim. Pluim merupakan pemain yang diperlukan tim di lini tengah. Karakter Pluim dinilai cocok dengan filosofi sepak bola yang diterapkan Pieter Huistra di Pesut Etam.
Nabil merasa beruntung bisa merekrut gelandang 34 tahun tersebut. Sebab, pengusaha muda asal Samarinda itu sudah kepincut merekrut Pluim sejak lama. Namun kesempatan itu baru terwujud musim ini.
Nabil berharap kedatangan Pluim di Segiri bisa memberikan dampak besar untuk tim. Terutama dalam upaya mengejar gelar juara musim ini. “Selamat datang untuk Pluim, semoga cepat beradaptasi. Pluim sudah melakukan pekerjaan hebat selama tujuh musim bersama PSM Makassar. Dia punya visi yang baik, mentalitas luar biasa dan tentunya aura juara yang bisa dia tularkan ke tim ini,” ucap ayah satu anak tersebut.
Pemain terbaik Liga 1 2022/2023 tersebut diikat kontrak berdurasi 1,5 tahun. Nabil berharap dengan durasi tersebut timnya bisa meraih trofi juara. “Semoga dalam waktu itu, bisa dua piala kami bawa. Kami tidak hanya bicara sekarang, tapi bicara hari esok juga,” beber dia.
Resmi dikenalkan sebagai pemain Borneo FC, Pluim mengatakan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Dia mengaku mendapatkan pesan dari presiden Borneo FC beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya terdapat sebuah kesepakatan untuk bergabung dengan tim kesayangan masyarakat Samarinda.
Menurut Pluim, Borneo adalah salah satu tim yang cukup berkualitas di Tanah Air. Bahkan musim ini Borneo dinilai telah melakukan hal yang luar biasa dan membangun peluang juara. Dia berharap kedatangannya di tim bisa memenuhi harapan manajemen dan juga suporter membawa Pesut Etam juara.
“Saya musim lalu berhasil menjadi juara, saya berharap bisa meraih itu kembali di Borneo FC. Mungkin 1,5 tahun ini akan menjadi tahun terakhir saya di dunia sepak bola profesional, tentunya saya ingin meraih sekali lagi gelar juara sebelum saya pensiun,” papar Pluim. (ndy)
DONI ADITYA
donikaltimpost@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria