MELBOURNE – Sebanyak 125 ribu penonton memadati Sirkuit Albert Park. Sepanjang akhir pekan atau selama empat hari, total pengunjung mencapai 444 ribu. Itu adalah rekor baru di F1. Sejauh ini, belum ada hasil ’’quick count’’ yang menghitung jumlah pemuja Ferrari.
Di sisi lain, dominasi Red Bull sulit digoyang. Terbukti dengan Max Verstappen yang mencanangkan kemenangan sepuluh kali beruntun di sirkuit temporer itu. Bagi yang antidominasi Red Bull pasti menginginkan perubahan. Asal bukan Max Verstappen. Terserah siapa pun yang juara di sini.
Jadi, satu kubu menganut: meneruskan tradisi kemenangan. Di lain kubu ingin perubahan seketika.
Dan Minggu ceria di Melbourne kemarin ternyata mengirim berita baik bagi kubu perubahan. Pasalnya, Verstappen gagal finis yang sekaligus menghentikan catatan menang sembilan kali beruntun miliknya. Sebagai gantinya, dua pembalap kuda jingkrak alias Ferrari, Carlos Sainz Jr dan Charles Leclerc, sukses finis 1-2. Pembalap McLaren Lando Norris menggenapi podium ketiga.
’’Aku tidak bisa menjabarkan betapa bahagianya diriku saat ini. Usus buntu membuatku kembali ke titik terendah. Tapi, ternyata aku bangkit. Kembali dan menang,’’ ucap Sainz. Satu demi satu, drama terjadi di Albert Park. Start mulus 19 mobil tanpa senggolan berarti. Begitu DRS aktif, Sainz langsung membuka sayap belakang. Whooosssh, Verstappen pun sudah kesusul di lap kedua.
Teriakan histeris penonton langsung menggema di setiap grandstand. Belum satu lap penuh setelah tersusul Carlos Sainz, tiba-tiba radio Verstappen memancarkan berita buruk lagi. ’’Mobil jadi agak aneh. Seperti ada rem tangan yang aktif,” ucap Verstappen saat komunikasi dengan tim lewat radio.
Ternyata, problem ada di rem belakang pada roda kanan mobil RB20 miliknya. Corong angin (brake duct) tidak berfungsi mendinginkan rem belakang. Suhu semakin panas. ’’Api... api... rem belakang kanan terbakar,’’ teriak Verstappen lagi di radio.
Akhirnya, pembalap Belanda itu masuk pit dan kobaran api dipadamkan. Mobil tidak bisa balapan lagi. Itu jadi DNF pertama selama dua tahun terakhir bagi juara dunia tiga kali berturut tersebut. Lepas dari itu, Ferrari memang luar biasa di balapan itu. Carlos Sainz Jr bertarung gila-gilaan sejak awal. Padahal, 16 hari lalu dia baru naik meja operasi untuk radang usus buntu. Hasil itu sekaligus jadi kali pertama sejak Bahrain 2022, Ferrari mampu finis 1 dan 2 lagi di F1. (irr/c12/bas)
HASIL BALAPAN F1 GP AUSTRALIA (SEPULUH BESAR) (58 LAP)
- Carlos Sainz Jr / Ferrari / 1 jam 20 menit 26,843 detik.
- Charles Leclerc / Ferrari / +2,366 detik
- Lando Norris / McLaren / +5,904
- Oscar Piastri / McLaren / +35,770
- Sergio Perez / Red Bull / +56,309
- Lance Stroll / Aston Martin /+1;33,22
- Yuki Tsunoda / RB / +1;35,601
- Fernando Alonso / Aston Martin/ +1;40,922
- Nico Hulkenberg / Haas / +1;44,533
- Kevin Magnussen/Haas /+1 lap
KLASEMEN PEMBALAP SEMENTARA (SEPULUH BESAR)
- Max Verstappen / Red Bull / 51 poin
- Charles Leclerc / Ferrari / 47
- Sergio Perez / Red Bull / 46
- Carlos Sainz Jr / Ferrari / 40
- Oscar Piastri / McLaren / 28
- Lando Norris / McLaren / 27
- George Russell / Mercedes / 18
- Fernando Alonso / Aston Martin / 16
- Lance Stroll / Aston Martin / 9
- Lewis Hamilton / Mercedes / 8
Editor : Indra Zakaria