Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

GOR Kadrie Oening Jadi Sirkuit, 262 Pembalap Adu Cepat

Eko Pralistio • 2024-05-20 08:07:43
KECEPATAN TINGGI: Open road race Piala Gubernur Kaltim 2024 berlangsung sejak Sabtu (18/5). Foto kiri, M Syirajuddin (tengah) bersama pembalap di sela pembukaan kejuaraan.
KECEPATAN TINGGI: Open road race Piala Gubernur Kaltim 2024 berlangsung sejak Sabtu (18/5). Foto kiri, M Syirajuddin (tengah) bersama pembalap di sela pembukaan kejuaraan.

Selain sebagai ajang penyaluran bakat, open road race ini juga untuk mengurangi aktivitas balap liar yang kerap membahayakan.

Prokal.co - SAMARINDA — Langkah terbaik mencetak pembalap berkualitas adalah konsisten dalam berlatih. Dengan latihan teknik dan tempaan mental berkompetisi, disebut-sebut bisa berbuah prestasi. Sayang, upaya itu masih minim bagi cabor ini.

Hal tersebut kemudian memunculkan ide bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dengan menggelar open road race Piala Gubernur Kaltim 2024.

Pelataran Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, diubah menjadi sirkuit untuk ajang yang berlangsung sejak Sabtu (18/5) hingga Minggu (19/5).

M Syirajuddin, asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kaltim mengatakan, agenda open road race ini digelar untuk menyalurkan bakat bagi insan yang tertarik olahraga ini sekaligus mengurangi aktivitas balapan liar. Sebab, selama ini kegiatan tersebut jarang terselenggarakan.

“Kalau balapan liar, yang dilakukan pada malam hari, itu tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Dan itu membahayakan untuk mereka. Sayang jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesempatan mereka untuk berprestasi jadi terkendala. Melalui gelaran ini, harapannya bisa sebagai tempat untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Saat disinggung perihal venue race tersebut, pihaknya menegaskan bahwa memang masih ada kekurangan dan akan mencari lintasan yang representatif untuk event ke depannya.

Namun, saat ini, agenda tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam segi karakter, kejujuran, sportif, ulet dan tidak putus asa.

 “Kami akan pikirkan venue yang tepat. Bagaimanapun pemerintah akan mendukung hal tersebut. Kita gunakan dulu di sini karena ini pengembangan bagi mereka,” terangnya.

Sementara itu, agenda tersebut juga didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim. Sebab, yang mengetahui regulasi dan SOP dalam penyelenggaraan balap motor adalah mereka.

Mulai rute lintasan, jarak penonton, administrasi para pendaftar, hingga kategori yang sesuai dengan aturan.

“Jadi, hari pertama ini peserta akan mencari poin untuk kemudian ditentukan posisi start di race hari Minggu. Memang ada perbedaan dari sebelumnya. Namun, ini lebih bagus dan tepat, sehingga bisa mencegah terjadinya ketidaktepatan dalam soal menit capaian dari setiap peserta,” ungkap Marlian Rizal, perwakilan IMI Kaltim.

Nah, ketepatan tersebut tidak bisa diukur melalui penglihatan saja, melainkan menggunakan alat transponder (alat penghitung waktu).

“Jadi, nanti ada hasilnya. Seberapa waktu yang diperoleh dari setiap peserta. Alat itu penting dan memang baru diterapkan di Kaltim,” pungkasnya,

Sebagai informasi, road race tersebut diikuti 262 pembalap yang terdiri dari 24 kelas. Di antaranya, kelas Bebek 2T 116 cc non prestasi, Bebek 150 cc 4T TU Open dan Mini GP 50 cc 12 TH UP.(tom/k16)

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : Indra Zakaria