Petarung asal Brasil Caio Borralho kesal bukan kepalang dan mencibir petarung asal Dagestan, Nassourdine Imavov. Kekesalan itu bermula Borralho mendapatkan tawaran duel dari UFC melawan Imavov. Tanpa cingcong, ia pun menerimanya. Sayangnya, keinginannya bertepuk sebelah tangan. Ternyata Imavov menolaknya.
Borralho pun berang. Ia pun membawa nama-nama Dagestan. Dimatanya petarung asal Dagestan tidak pernah lari dari pertarungan. "Saya dengan UFC memberikan tawaran untuk pertarungan kami," tukasnya dilansir dari Championat.com.
"Saya langsung menerimanya, sedang dia menolak..." "Dia adalah orang Dagestan, orang-orang Dagestan bakal kecewa dengan dia. Yang saya dengar, orang-orang Dagestan sangat menghormati pertarungan. Mereka bahkan kabarnya siap bertarung di jalan sekalipun. "Kabarnya, hidup di sana tidaklah mudah. Tetapi, yang satu ini pengecut sekali. Dia bukan orang Dagestan tulen," katanya panjang lebar.
"Dagestan telah menanggung malu dibuatnya," sambung Borralho.
Meski merepresentasikan diri sebagai petarung asal Prancis, Imavov memang lahir di Dagestan, Rusia. Dia pindah ke Prancis mengikuti kedua orang tuanya saat masih berusia 9 tahun. Imavov mulai belajar MMA setelah berumur 19 tahun.
Jagoan berjulukan The Sniper ini bergabung dengan sasana MMA Factory besutan, Fernand Lopez. Tren bertarung Imavov bisa dibilang sedang sangat impresif. Empat kemenangan beruntun dia koleksi sejak hasil no contest yang dideritanya saat menghadapi Chris Curtis pada tahun 2023 silam.
Dari empat kemenangannya, dia sempat meng-KO dua petarung kelas menengah UFC lain. Mantan juara, Israel Adesanya menjadi korban KO terakhirnya yakni pada bulan Februari kemarin.
Tangan kanannya bersarang tepat di kepala yang membuat Adesanya mental ke pagar oktagon. Tanpa basa-basi, Imavov segera menuntaskan pertarungan dengan pukulan ground-and-pound yang begitu keras. (*)
Editor : Indra Zakaria