SAMARINDA- Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 di Kabupaten Paser kini tengah dibayangi ketidakpastian anggaran. Hingga akhir Januari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum mampu mengucurkan dana bantuan untuk pesta olahraga terbesar di Benua Etam tersebut. Turbulensi ekonomi akibat kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi faktor utama yang menjepit ruang gerak finansial daerah saat ini.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Pihak gubernur telah menginstruksikan adanya evaluasi mendalam terhadap APBD 2026. Skema pergeseran anggaran menjadi opsi yang paling rasional untuk ditempuh, namun eksekusinya sangat bergantung pada kebijakan teknis di tingkat APBD Murni 2026 yang saat ini masih dalam tahap penggodaan.
Harapan besar kini tertumpu pada piutang pusat kepada daerah. Pemprov Kaltim tengah berupaya keras mengejar sisa anggaran tahun 2023 dan 2024 yang belum dibayarkan oleh pemerintah pusat, dengan nilai fantastis mencapai Rp1,9 triliun. Jika dana jumbo tersebut berhasil dicairkan, otomatis akan terjadi penyegaran anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dispora, yang akan memberikan napas baru bagi persiapan Porprov di Paser.
Selain fokus pada Porprov, Dispora Kaltim juga tengah menyiapkan rancangan anggaran untuk ajang internasional Sukan Borneo 2027. Mengingat gubernur telah berkomitmen menjadikan Kaltim sebagai tuan rumah, alokasi dana untuk ajang multievent antarwilayah di Kalimantan ini akan dibahas secara paralel dengan kebutuhan Porprov. Koordinasi intensif dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pun terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan dana di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Gubernur Kaltim sendiri disebut sangat menaruh perhatian pada keberlangsungan kompetisi olahraga di daerah. Meski terganjal kendala teknis pendanaan dari pusat, komitmen untuk tetap menjalankan agenda olahraga sesuai jadwal tetap menjadi prioritas. Kini, semua pihak menanti realisasi dari "dana terutang" pusat tersebut agar roda persiapan Porprov di Paser bisa kembali berputar kencang tanpa hambatan finansial. (*)
Editor : Indra Zakaria