SYDNEY – Panggung utama UFC 325 dipastikan akan membara saat dua petarung kelas ringan paling tangguh, Dan Hooker dan Benoit Saint-Denis, bertemu di dalam oktagon. Menjelang bentrokan yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, Minggu (1/2/2026), di Sydney, Australia, Dan Hooker melontarkan janji akan menyuguhkan sebuah "perang total" bagi para penggemar bela diri campuran (MMA).
Kepercayaan diri petarung berjuluk The Hangman ini bukan tanpa alasan. Hooker menilai gaya bertarung Saint-Denis sangat identik dengan dirinya: agresif dan gemar mendorong batas kemampuan fisik hingga titik maksimal. Meski Hooker lebih dikenal dengan teknik striking mematikan yang telah menghasilkan 11 kemenangan KO, ia sangat menghormati Saint-Denis yang, meski jago dalam kuncian, tidak pernah ragu untuk meladeni adu pukulan di tengah ring. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai bentrokan dua orang yang sama-sama suka bertukar serangan tanpa rasa takut.
Keputusan Hooker untuk tampil di ajang ini tergolong cukup nekat. Ia hanya memiliki waktu istirahat dan persiapan yang sangat singkat setelah melakoni duel sengit melawan Arman Tsarukyan pada November lalu. Namun, motivasi untuk bertarung di dekat rumah—Selandia Baru—menjadi alasan utama mengapa ia rela mengorbankan waktu rehatnya. Hooker merasa perlu menjadi bagian dari kartu bersejarah di Sydney ini, terutama karena rekan setimnya, Alexander Volkanovski, juga dijadwalkan tampil.
Bagi Hooker, status lawan tidak menjadi masalah besar. Selama fisiknya dinyatakan fit oleh tim medis, ia akan selalu menerima tantangan apa pun yang disodorkan UFC. Sikapnya yang rendah hati namun pemberani ini menjadikannya salah satu petarung paling dicintai penggemar. Ia menegaskan bahwa selama tubuhnya kuat dan sehat, ia tidak akan pernah menolak untuk naik ke oktagon dan memberikan pertunjukan terbaik.
Dukungan luar biasa dari publik Australia dan Selandia Baru diprediksi akan menyuntikkan energi tambahan bagi Hooker saat berhadapan dengan Saint-Denis yang dikenal memiliki daya tahan luar biasa. Dengan reputasi kedua petarung yang pantang mundur, UFC 325 di Sydney diprediksi akan menjadi salah satu pergelaran tarung yang paling dibicarakan tahun ini. (*)
Editor : Indra Zakaria