Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Carlos Alcaraz Runtuhkan Dominasi Djokovic, Lengkapi Karir Grand Slam di Usia 22

Indra Zakaria • 2026-02-01 20:05:39
Carlos Alcaraz mengalahkan Novak Djokovic di Australian Open final. (Photo by Martin KEEP / AFP via Getty Images)
Carlos Alcaraz mengalahkan Novak Djokovic di Australian Open final. (Photo by Martin KEEP / AFP via Getty Images)

MELBOURNE – Dunia tenis resmi memiliki penguasa baru yang mutlak. Carlos Alcaraz sukses mengguncang Rod Laver Arena pada Minggu malam (1/2/2026) setelah menumbangkan pemegang 24 gelar Grand Slam, Novak Djokovic, dalam partai final Australian Open 2026 yang emosional.

Kemenangan empat set dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5 ini memastikan Alcaraz meraih gelar Career Grand Slam—sebuah pencapaian langka di mana seorang petenis berhasil menjuarai empat turnamen major berbeda. Hebatnya, Alcaraz melakukannya di usia 22 tahun, lebih cepat dua tahun dibandingkan rekor Rafael Nadal.

Alcaraz usai kalahkan Djokovic.
Alcaraz usai kalahkan Djokovic.

Sebelum malam ini, Novak Djokovic adalah sosok yang mustahil dikalahkan di final Australian Open. Sejak 2008, ia menyapu bersih 10 laga final di Melbourne Park tanpa sekalipun kalah. Namun, Alcaraz datang untuk memutus rantai tersebut.

Sempat tertekan dan kalah telak di set pertama, Alcaraz menunjukkan mentalitas baja. Ia membalikkan keadaan dengan permainan agresif yang memaksa Djokovic melakukan 46 kesalahan sendiri (unforced errors). Meski set keempat berlangsung sangat sengit hingga skor 5-5, ketangguhan fisik pemain muda Spanyol itu akhirnya membuat sang legenda bertekuk lutut.

Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz.

Berikut adalah terjemahan teks tersebut ke dalam Bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan kedalaman emosinya:

Sebelum laga final, petenis nomor 1 dunia tersebut menegaskan betapa pentingnya Australian Open dan upaya melengkapi career grand slam bagi dirinya; Alcaraz bahkan menyatakan bersedia menukar kemenangan di tiga gelar Grand Slam lainnya musim ini demi gelar Australian Open pertamanya. Namun, Alcaraz tiba di turnamen terpentingnya tahun ini setelah berpisah dengan pelatih lamanya, Juan Carlos Ferrero, selama masa jeda musim.

"Secara emosional, apa yang kami lalui terasa seperti rollercoaster," ujar Alcaraz saat berterima kasih kepada timnya karena telah membantunya mengabaikan kebisingan di luar sana. Ia meninggalkan Melbourne setelah berhasil mencapai target terbesarnya. "Pekerjaan selesai. 4/4 tuntas," tulisnya. (*)

 

Editor : Indra Zakaria