Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tangis Haru Hector Souto: Dedikasi untuk Keluarga di Spanyol dan Kunci Taklukkan Jepang di Semifinal

Redaksi Prokal • 2026-02-05 23:29:28
Selebrasi para pemain timnas Futsal Indonesia usai kalahkan Jepang di semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Selebrasi para pemain timnas Futsal Indonesia usai kalahkan Jepang di semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JAKARTA – Di balik gemuruh kemenangan 5-3 Timnas Futsal Indonesia atas Jepang, terselip momen emosional dari sang juru taktik, Hector Souto. Pelatih asal Spanyol tersebut tak kuasa menahan air mata setelah memastikan langkah Garuda ke final Piala Asia Futsal 2026, sebuah pencapaian sejarah yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Dalam jumpa pers usai laga di Indonesia Arena, Kamis (5/2), Souto mengungkapkan alasan di balik tangisnya. Ia mengaku berat harus berjarak ribuan kilometer dengan keluarga demi tugas negara bersama Indonesia.

"Pertama-tama, saya ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada pacar saya yang merawat bayi saya di Spanyol. Sangat sulit untuk jauh dari keluarga. Itulah mengapa saya menangis," ungkap Souto dengan nada bergetar.

Indonesia sempat unggul 2-0 melalui Samuel Eko dan gol bunuh diri Takehiro Motoishi. Namun, kelengahan sempat menghinggapi skuad Garuda hingga Jepang mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua. Souto menyoroti mentalitas pemainnya yang sempat merasa aman terlalu dini.

"Dalam pikiran pemain, skor 2-0 mungkin dirasa sudah cukup. Tapi melawan tim raksasa seperti Jepang atau Iran, itu tidak pernah cukup," tegas Souto. Ia mengaku harus melakukan penyesuaian taktik saat skor imbang untuk menghidupkan kembali intensitas permainan.

Meskipun kemenangan di depan mata sempat sirna akibat penalti Jepang di 30 detik terakhir waktu normal, Souto memuji daya juang pasukannya di babak tambahan. Gol dari Reza Gunawan dan Dewa Rizki di masa extra time menjadi bukti kematangan mental Garuda.

"Gol keempat sangat krusial. Saat skor 4-3 dan mereka memainkan power play, kami memiliki gagasan yang sangat jelas tentang apa yang harus dilakukan. Kami merebut bola dan mencetak gol penutup. Itulah inti dari permainan ini," tambahnya. (*)

Editor : Indra Zakaria