Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Malaysia Pastikan SEA Games 2027 Tetap Megah di Tengah Bayang-bayang Krisis Energi dan Konflik Timur Tengah

Redaksi Prokal • Selasa, 24 Maret 2026 - 14:45 WIB

Tan Sri Dato' Sri Mohamad Norza Zakaria (tengah) menyerahkan bendera Federasi SEA Games (SEAGF) kepada Minister of Youth and Sport Malaysia Mohamad Taufiq bin Johari (kanan).
Tan Sri Dato' Sri Mohamad Norza Zakaria (tengah) menyerahkan bendera Federasi SEA Games (SEAGF) kepada Minister of Youth and Sport Malaysia Mohamad Taufiq bin Johari (kanan).

 

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk tetap menyelenggarakan SEA Games 2027 dengan standar tinggi, meskipun dunia tengah dibayangi ketidakpastian ekonomi akibat konflik yang melanda wilayah Asia Barat atau Perang Teluk. Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Mohamad Taufiq Johari, menyatakan bahwa tantangan geopolitik saat ini tidak akan menyurutkan persiapan Malaysia sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Dalam wawancara khusus pada Senin (23/3), Johari mengungkapkan bahwa Malaysia telah menyiapkan strategi penghematan biaya yang cerdas tanpa mengorbankan prestise acara. Fokus utama pemerintah saat ini bukanlah membangun infrastruktur baru yang memakan biaya besar, melainkan memaksimalkan dan memodernisasi fasilitas yang sudah ada. "Kami tidak akan menghabiskan uang untuk membangun fasilitas baru. Hampir semua tempat penyelenggaraan sudah memiliki fasilitas lengkap dan siap untuk menjadi tuan rumah SEA Games 2027," tegas Johari.

Penyelenggaraan edisi ke-34 ini akan tersebar di empat klaster utama, yakni Sarawak, Penang, Johor, dan Kuala Lumpur. Strategi pembagian lokasi ini dilakukan untuk memanfaatkan keunggulan fasilitas di masing-masing daerah. Sarawak dipercaya menjadi panggung upacara pembukaan sekaligus pusat bagi 17 cabang olahraga, sementara Kuala Lumpur akan menjadi lokasi upacara penutupan dan markas bagi 14 cabang olahraga unggulan seperti bulu tangkis dan atletik. Adapun klaster Johor akan difokuskan khusus untuk cabang sepak bola, dan Penang akan menyelenggarakan enam cabang olahraga lainnya.

Optimisme juga datang dari koordinasi antara komite penyelenggara (MASOC) yang terus bekerja intensif untuk memastikan transisi dari edisi Thailand 2025 ke Malaysia 2027 berjalan mulus. Johari meyakini bahwa efisiensi dan organisasi yang tertata akan menjadikan SEA Games kali ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah, meskipun dijalankan di tengah situasi global yang menantang.

Di sisi lain, semangat pembaruan juga muncul dari sisi teknis perlombaan. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia telah mencapai kesepahaman untuk lebih mengutamakan nomor-nomor Olimpiade pada SEA Games mendatang. Langkah ini bertujuan agar ajang dua tahunan tersebut tidak hanya menjadi festival olahraga regional, tetapi juga menjadi tolok ukur nyata bagi para atlet Asia Tenggara sebelum melangkah ke level Asian Games dan Olimpiade.

Dengan jadwal pelaksanaan pada 18–29 September 2027, Malaysia kini terus bersiap membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi akibat konflik global justru menjadi pemacu kreativitas dalam menghadirkan pesta olahraga yang efisien namun tetap berkualitas dunia.(*)

Editor : Indra Zakaria