Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Satu Laga Tersisa: Ambisi Liar Michael Venom Page Mengejar Takhta Welterweight, Tuntut Nama Besar demi Tebus Dosa

Redaksi Prokal • Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00 WIB

Michael "Venom" Page
Michael "Venom" Page

PROKAL.CO- Kemenangan Michael "Venom" Page atas Sam Patterson di UFC London mungkin tercatat sebagai angka positif di rekornya, namun bagi MVP, malam itu adalah sebuah kegagalan pribadi. Petarung atraktif asal Inggris ini secara blak-blakan mengakui bahwa performanya jauh dari kata memuaskan. "Itu bukan penampilan yang cukup baik dari sisi saya," ungkap Page dengan nada kecewa.

Ia merasa terjebak dalam adu taktik yang membosankan karena Patterson bermain terlalu defensif, sementara ia gagal beradaptasi. "Saya sebenarnya ingin sekali tampil agresif, tapi saya tidak mengatur ulang strategi atau berpikir bagaimana cara menutup jarak. Saya merasa frustrasi, dan ini pertama kalinya seseorang membuat saya frustrasi di dalam sangkar."

Kekecewaan MVP ternyata sudah menumpuk bahkan sebelum ia melangkah ke oktagon. Sebagai bintang besar di tanah kelahirannya, ia merasa tidak dihargai karena tidak ditempatkan di posisi co-main event. Posisi bergengsi tersebut justru diberikan kepada petarung muda yang baru menjalani laga keduanya. "Saya merasa tidak dihormati. Mayoritas orang datang ke sana untuk melihat saya, meskipun saya tidak memberikan performa terbaik, mereka ada di sana untuk melihat apa yang bisa ditunjukkan 'MVP'. Ada rasa kesal dengan keputusan itu," tegasnya. Perasaan "tidak dipedulikan" ini bahkan ia pertegas melalui pilihan lagu walkout milik Michael Jackson, They Don’t Care About Us.

Kini, dengan hanya menyisakan satu pertarungan dalam kontraknya, Page tidak ingin lagi bermain aman. Ia secara terbuka menantang UFC untuk memberinya lawan yang haus darah demi membuktikan bahwa gaya bertarungnya masih yang terbaik di dunia. "Secara pribadi, saya mengincar sabuk juara. Saya tahu itu tidak akan terjadi di pertarungan berikutnya, jadi saya perlu bertahan lebih lama di sini," jelasnya mengenai ambisi jangka panjangnya.

Menatap laga terakhirnya, MVP melempar kode keras kepada pihak manajemen untuk memberinya ujian yang sesungguhnya. "Untuk pertarungan selanjutnya, beri aku seseorang yang ingin datang dan menghabisiku. Aku ingin seseorang yang akan memenggal kepalaku agar kita bisa bertarung dengan layak dan aku bisa menunjukkan kemampuanku. Aku tidak peduli di mana—beri aku nama besar, dan biarkan aku menghajar seseorang dengan gaya MVP," pungkasnya dengan penuh keyakinan. (*)

Editor : Indra Zakaria