Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dominasi Aprilia di COTA: Marco Bezzecchi Tak Terbendung, Ukir Hat-trick Kemenangan di MotoGP 2026

Redaksi Prokal • Senin, 30 Maret 2026 - 17:16 WIB

Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi

AUSTIN – Marco Bezzecchi semakin mengokohkan posisinya sebagai kandidat terkuat juara dunia MotoGP 2026. Pembalap utama Aprilia Racing ini tampil fenomenal di Circuit of the Americas (COTA), Texas, dengan memenangi GP Amerika Serikat pada Minggu waktu setempat. Hasil ini sekaligus menandai awal musim yang sempurna bagi Bezzecchi setelah sebelumnya sukses menyapu bersih podium tertinggi di GP Thailand dan GP Brasil.

Memulai balapan dari baris depan di posisi kedua, pembalap asal Italia berusia 27 tahun ini langsung menunjukkan agresivitasnya sejak putaran pertama. Bezzecchi berhasil melakukan manuver bersih untuk menyalip peraih pole position, Fabio Di Giannantonio.

Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit dari "Si Hiu" Pedro Acosta yang sempat mengambil alih pimpinan lomba, kematangan strategi dan keunggulan teknis motor Aprilia RS-GP miliknya membawa Bezzecchi kembali ke urutan terdepan hingga menyentuh garis finis dengan catatan waktu total 40 menit 50,653 detik.

Keberhasilan Aprilia Racing semakin lengkap dengan keberhasilan Jorge Martin mengamankan podium kedua. Martin, yang sebelumnya memenangi sesi Sprint Race, harus mengakui keunggulan rekan setimnya namun tetap berhasil memberikan poin krusial bagi pabrikan asal Noale tersebut. Sementara itu, Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing melengkapi komposisi podium di urutan ketiga setelah bertarung habis-habisan menahan gempuran para rival.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung harus dialami sang juara bertahan, Marc Marquez. Memacu Ducati Lenovo Team di lintasan favoritnya, Marquez harus puas finis di posisi kelima, tepat di belakang Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 yang menempati peringkat keempat. Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi tim pabrikan Ducati, mengingat rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga terlempar dari persaingan podium dan hanya mampu mengakhiri balapan di posisi kesepuluh.

Kemenangan ketiga secara beruntun ini membuat Bezzecchi terbang tinggi di klasemen sementara. Konsistensinya di awal musim 2026 menjadi sinyal bahaya bagi para kompetitor, mengingat Aprilia kini tampak memiliki paket motor yang paling kompetitif di berbagai karakter sirkuit. Persaingan kasta tertinggi balap motor dunia ini akan berlanjut ke seri berikutnya, di mana semua mata akan tertuju pada upaya para rival untuk menghentikan dominasi sang "Bez" yang tengah dalam performa puncaknya. (*)

Editor : Indra Zakaria