MIAMI – Takhta kelas berat ringan UFC yang kosong akan segera menemukan pemilik barunya. Akhir pekan ini, UFC 327 kembali mengguncang Kaseya Center, Miami, dengan partai utama yang mempertemukan sang mantan juara, Jiri Prochazka, melawan bintang Selandia Baru yang tengah naik daun, Carlos Ulberg.
Sabuk juara 205 pon ini ditinggalkan oleh Alex Pereira yang memilih naik ke kelas berat demi mengejar sejarah baru. Kini, beban untuk membangkitkan kembali divisi ini jatuh ke pundak dua mesin pencetak KO tersebut. Jiri Prochazka datang sebagai favorit tipis dengan rekor yang mencengangkan: hanya satu kali menang lewat keputusan juri dalam 38 penampilannya. Prochazka dikenal dengan gaya bertarung yang unik, penuh inovasi, dan terkadang terlihat canggung namun sangat mematikan.
Meski sempat mengalami kesulitan saat menghadapi pemukul teknis seperti Pereira, Prochazka membuktikan bahwa semangat samurainya mampu membalikkan keadaan dalam situasi kritis, seperti saat ia menumbangkan Khalil Rountree Jr. pada ronde ketiga di laga sebelumnya.
Ulberg: Sang Penantang yang Haus Gelar
Di sisi lain, Carlos Ulberg memiliki kesempatan pertama untuk mencicipi gelar juara UFC. Ulberg bukan hanya sekadar petarung dengan pukulan keras; Fight IQ-nya terus meningkat seiring level kompetisi yang ia hadapi. Untuk mengalahkan Prochazka, Ulberg diprediksi harus meluncurkan serangan-serangan presisi sejak awal laga guna menghentikan momentum sang mantan juara sebelum laga memasuki ronde-ronde akhir yang berbahaya. Selain partai utama, UFC 327 juga menghadirkan sederet duel menarik lainnya yang melibatkan petarung veteran hingga pendatang baru yang kontroversial:
Co-Main Event (Light Heavyweight): Azamat Murzakanov (-200) vs Paulo Costa (+165). Murzakanov bertekad menjaga rekor tak terkalahkan (16-0), sementara Costa melakukan debutnya di kelas berat ringan dengan performa fisik yang lebih matang.
Heavyweight: Curtis Blaydes (-135) vs Josh Hokit (+110). Blaydes diprediksi akan menggunakan keahlian gulatnya untuk membungkam aksi mulut besar Hokit yang dianggap banyak pihak hanya mencari sensasi viral. Featherweight: Cub Swanson (-110) vs Nate Landwehr (-110). Laga ini diprediksi akan menjadi perpisahan emosional bagi Swanson yang telah berkarir selama dua dekade di MMA.
Meskipun beberapa pengamat menilai UFC 327 belum setara dengan kemegahan UFC 300, kehadiran nama-nama besar dan pertaruhan gelar yang lowong menjadikan ajang ini salah satu yang paling wajib ditonton di tahun 2026. Siapakah yang akan meninggalkan Miami dengan sabuk emas di pinggangnya? Jawabannya akan tersaji Minggu pagi waktu Indonesia. (*)
Editor : Indra Zakaria