PROKAL.CO- Jack Della Maddalena kini berada di titik balik kariernya saat ia bersiap kembali ke oktagon dalam laga utama UFC Perth menghadapi Carlos Prates. Masih segar dalam ingatan para penggemar MMA, pemandangan memilukan di UFC 322 saat Della Maddalena, yang kala itu berstatus juara kelas welter, harus merelakan sabuknya jatuh ke tangan Islam Makhachev. Dalam laga 25 menit tersebut, petarung asal Australia ini tampak tak berdaya dan menahan sakit saat terus ditekan di matras oleh sang bintang asal Dagestan.
Laga melawan Prates pada hari Sabtu mendatang bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan sebuah misi penebusan. Jika gagal tampil maksimal, peluang Della Maddalena untuk kembali mencicipi takhta juara bisa tertutup dalam waktu yang lama. "Ini adalah laga krusial bagi kedua petarung; Della Maddalena mencari penebusan, sementara Prates datang ke wilayah musuh dengan ambisi besar untuk mengamankan tiket menuju perebutan gelar juara," tulis laporan teknis jelang laga tersebut.
Carlos Prates sendiri bukanlah lawan sembarangan. Petarung ini tengah menjalani karier yang gemilang di UFC dengan memenangkan enam dari tujuh pertarungan terakhirnya, di mana setiap kemenangannya selalu membuahkan bonus Performance of the Night. Di atas kertas, bentrokan Della Maddalena vs. Prates diprediksi akan menjadi suguhan berkelas bagi para pecinta teknik striking dan disebut-sebut sebagai salah satu laga terbaik di sepanjang tahun 2026.
Selain partai utama yang mendebarkan, kartu utama UFC Perth juga menyajikan deretan laga seru lainnya. Veteran kelas ringan Beneil Dariush akan diuji oleh talenta muda berbakat Quillan Salkilld, sementara di kelas terbang, Tim Elliott akan beradu taktik melawan Steve Erceg. Laga lainnya juga akan mempertemukan Marwan Rahiki melawan Ollie Schmid di kelas bulu. Sementara itu, di kelas berat, Shamil Gaziev akan berhadapan dengan Brando Pericic, serta Tai Tuivasa yang tengah terpuruk akan mempertaruhkan segalanya saat berhadapan dengan Louie Sutherland. (*)
Editor : Indra Zakaria