PROKAL.CO – Kabar mengejutkan datang dari panggung MotoGP setelah tim pabrikan Ducati Lenovo resmi mengumumkan perpisahan dengan pembalap andalan mereka, Francesco Bagnaia. Manajemen Ducati Corse mengonfirmasi bahwa musim kompetisi 2026 akan menjadi lembaran terakhir kebersamaan mereka dengan pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut, mengakhiri delapan musim penuh sejarah yang sukses membuahkan dua gelar juara dunia.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas dedikasi dan profesionalisme Bagnaia sejak pertama kali bergabung dengan keluarga besar Ducati pada tahun 2019 di tim satelit Pramac Racing hingga promosi ke tim pabrikan pada 2021. Karir Pecco mencapai puncaknya saat ia merengkuh gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2022, sebuah pencapaian luar biasa yang sekaligus menyudahi puasa gelar juara Ducati selama 15 tahun, sebelum akhirnya berhasil ia pertahankan pada musim 2023. Meski sempat kehilangan gelar pada 2024 yang direbut Jorge Martin dan kalah saing dari rekan setimnya, Marc Marquez, pada musim 2025, kontribusi besar pembalap berusia 29 tahun ini tetap menempatkannya sebagai salah satu protagonis terpenting dalam sejarah emas Ducati.
Hingga saat ini, masa depan Bagnaia setelah kontraknya habis di akhir musim 2026 masih menjadi misteri, meskipun rumor di garasi sirkuit berembus kencang bahwa dirinya akan segera berlabuh ke Aprilia Racing. Tidak butuh waktu lama setelah mengumumkan kepergian Pecco, Ducati langsung meredam spekulasi publik dengan memperkenalkan talenta muda berbakat, Pedro Acosta, sebagai suksesor resmi yang diikat kontrak untuk musim kompetisi 2027 dan 2028. Pembalap berjuluk Baby Shark tersebut dipastikan akan meninggalkan Red Bull KTM untuk menjadi tandem baru bagi sang juara dunia tujuh kali, Marc Marquez.
Kehadiran rider berusia 22 tahun ini disambut dengan optimisme tinggi oleh jajaran petinggi Ducati Corse. General Manager Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, mengungkapkan bahwa Acosta merupakan sosok pembalap yang ideal karena memiliki potensi besar untuk membawa motor Desmosedici tetap tampil kompetitif di barisan depan. Kolaborasi antara ambisi muda Acosta dan kematangan pengalaman Marc Marquez dinilai akan membentuk kemitraan yang sangat mengerikan sekaligus menjadi sinyal jelas dari ambisi besar Ducati untuk terus mendominasi takhta tertinggi MotoGP di musim-musim mendatang. (*)
Editor : Indra Zakaria