Sukses Tumbangkan Kuniev di UFC 333, Alexander Volkov Masih Menanti Kepastian Laga Gelar Juara

Indra Zakaria • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Alexander Volkov "nyamar" jadi wartawan dan bertanya kepada Dana White.
Alexander Volkov "nyamar" jadi wartawan dan bertanya kepada Dana White.

ABU DHABI — Petarung kelas berat (heavyweight) UFC, Alexander Volkov, membuktikan konsistensinya di dalam oktagon usai meraih kemenangan keputusan mutlak atas Rizvan Kuniev pada gelaran UFC 333 di Abu Dhabi. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor positifnya menjadi tiga kemenangan beruntun, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penantang teratas di divisinya.

Namun, selain aksinya di dalam arena, momen unik terjadi saat sesi konferensi pers pra-pertandingan. Volkov yang berusia 38 tahun secara mengejutkan hadir di area penonton dan menyela CEO UFC Dana White untuk menanyakan apa yang harus dilakukannya agar mendapatkan laga perebutan gelar (title shot). Skenario tersebut menjadi viral lantaran White tampak canggung dan diduga tidak mengenali Volkov, meskipun sang petarung veteran Rusia itu telah mengantongi 20 laga di bawah naungan promosi UFC.

Berbicara dalam program "The Ariel Helwani Show", petarung berjuluk "Drago" tersebut menanggapi insiden viral itu dengan santai.

"Tentu saja dia tidak mengenali saya. Pertama-tama, saya adalah petarung asal Rusia. Saya bahkan tidak yakin dia bisa mengingat nama saya. Saya bertaruh setiap kali dia mendengar nama saya, dia berpikir orang-orang sedang membicarakan Alexander Volkanovski," ujar Volkov berseloroh.

"Tidak masalah. Ada 500 lebih petarung di roster, jadi dia tidak mungkin mengenali setiap petarung. Namun secara serius, dia tetap tidak memberikan jawaban atas pertanyaan saya: 'Apa yang harus saya lakukan untuk mendapat pertarungan gelar?' Mereka selalu tidak punya jawaban pasti," tambahnya.

Gelar Bukan Segalanya, Siap Hadapi Pemenang Pereira vs Pavlovich
Meski belum mendapatkan kejelasan mengenai laga perebutan sabuk juara, Volkanovski menegaskan bahwa ia tidak lagi merasa kecewa atau emosional dalam menanggapi situasi tersebut.

"Saya tidak pernah kecewa lagi dengan hal seperti ini. Saya sudah terlalu tua untuk itu. Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Jujur saja, saya tidak begitu terobsesi mengejar sabuk itu. Sabuk juara tidak mendefinisikan siapa saya. Sebaliknya, petarunglah yang mendefinisikan seberapa bernilainya sabuk tersebut," tegas Volkov.

Dinamika kelas berat UFC saat ini tengah mengalami pergeseran cepat. Dengan Tom Aspinall yang melepas gelarnya akibat cedera mata, juara baru Ciryl Gane dijadwalkan mempertahankan sabuknya melawan Josh Hokit pada UFC 334 di Madison Square Garden.

Melihat peta persaingan yang ada, Volkov menyadari kemungkinan dirinya harus melakoni satu pertarungan penentuan lagi sebelum melangkah ke laga pemungkas.

"Sepertinya pertarungan Alex Pereira vs Sergei Pavlovich mendatang adalah yang paling dekat untuk menentukan penantang utama. Jadi mungkin pemenang dari laga tersebut yang akan menjadi lawan saya berikutnya," pungkas Volkov. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Alexander Volkov