PROKAL.CO – Jauh di dalam perut Pegunungan Zagros, tersembunyi sebuah mahakarya yang menantang waktu. Di sebuah gua batu kapur yang sunyi, sekitar 6 kilometer dari kota kuno Bishapur, berdiri sosok raksasa setinggi 6,7 meter yang membeku dalam batu. Ia adalah Shapur I, Sang "Raja dari Segala Raja" (Shahanshah) kedua dari Kekaisaran Sassanian.
Dikenal sebagai "Shapur Agung", penguasa yang memerintah pada tahun 239–270 M ini bukanlah sosok sembarangan. Sejarah mencatatnya sebagai momok menakutkan bagi Kekaisaran Romawi. Di tangannya, kaisar Gordian III tewas di medan perang, Philip sang Arab dipaksa membayar upeti besar, dan Kaisar Valerian ditawan hingga embusan napas terakhirnya.
Namun, berbeda dengan relief propaganda kemenangan yang dipahat di tebing terbuka Naqsh-e-Rustam agar bisa dilihat semua orang, patung kolosal ini justru disembunyikan di dalam gua terpencil.
Berada sekitar 35 meter dari mulut gua, patung ini bukan hasil rakitan, melainkan pahatan langsung dari sebuah stalagmit tunggal yang tumbuh secara alami di tempat tersebut. Detailnya luar biasa; para pemahat Sassanian kuno memberikan perhatian teliti pada estetika simetris kepala dan rambut sang raja.
Shapur digambarkan sebagai sosok atletis yang sempurna: dada bidang, perut rata, dan bisep yang berotot. Ia mengenakan pakaian kebesaran yang terdiri dari kemeja dalam yang ketat, jubah luar, dan celana panjang lebar. Detail kemewahan tidak luput dari mata pemahat—kalung, anting mutiara, hingga gelang di pergelangan tangan kanan terpahat nyata, mempertegas statusnya sebagai penguasa terkaya di zamannya.
Dengan tangan kanan di pinggang dan tangan kiri menggenggam gagang pedang, Shapur seolah masih berjaga di dalam kegelapan gua, meski janggut dan kumis batunya tak lagi seutuh dulu.
Misteri di Balik Kesunyian
Hingga kini, tujuan keberadaan patung ini masih menjadi teka-teki bagi para arkeolog. Tidak ada prasasti sezaman yang merujuk pada gua ini. Beberapa ahli berspekulasi bahwa gua sunyi ini adalah lokasi pemujaan penguasa, sementara yang lain meyakini bahwa di sinilah letak peristirahatan terakhir atau makam rahasia Shapur I.
Nasib patung ini sempat tragis. Akibat gempa bumi hebat yang diperkirakan terjadi antara abad ke-15 hingga ke-19, tubuh raksasa ini roboh dan tergeletak di lantai gua selama ratusan tahun. Barulah pada tahun 1950-an, upaya restorasi dilakukan. Patung itu kembali didirikan, meskipun kini ia harus bertumpu pada dua pilar beton untuk menggantikan kaki aslinya yang telah hancur.
Meski tersembunyi dari hiruk-pikuk dunia, Patung Shapur I tetap berdiri sebagai bukti bisu kejayaan Sassanian—sebuah simbol kekuatan yang tak lekang meski tertelan bayang-bayang gua Zagros. (*)
Editor : Indra Zakaria