BALIKPAPAN — Cuaca ekstrem yang melanda perairan Lamaru, Balikpapan Timur, nyaris berubah menjadi tragedi bagi 12 orang rombongan pemancing pada Senin (2/2) dini hari. Rombongan yang awalnya berangkat melaut dengan penuh kegembiraan sejak Minggu pagi tersebut, terpaksa harus berjuang melawan dingin dan ketakutan setelah terjebak di sebuah bagang di tengah gempuran ombak tinggi dan angin kencang.
Kepala Seksi Operasi Kansar Balikpapan, Endrow Sasmita, mengungkapkan bahwa di antara para korban terdapat seorang anak berusia sekitar empat tahun. Kondisi cuaca yang memburuk secara tiba-tiba membuat perahu mereka tidak mungkin kembali ke daratan sesuai jadwal, sehingga seluruh penumpang terpaksa berlindung di bagang dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kepanikan mulai mereda setelah salah satu korban berinisiatif menghubungi layanan darurat kepolisian melalui call center 110, yang kemudian segera diteruskan ke Kantor SAR Balikpapan pada pukul 01.15 WITA.
Merespons laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak cepat dengan mengerahkan satu tim rescue menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) menuju titik lokasi yang berjarak sekitar 20 mil laut dari Dermaga Somber. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan di tengah kegelapan malam dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Sekitar pukul 03.10 WITA, perjuangan tim membuahkan hasil dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat.
Meskipun tidak ada korban jiwa, sebagian besar pemancing ditemukan dalam kondisi menggigil akibat paparan angin kencang dan hujan lebat selama berjam-jam. Seluruh korban segera dievakuasi menuju Dermaga TPI Manggar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Operasi penyelamatan yang melibatkan sepuluh personel terlatih ini dinyatakan selesai dan ditutup tepat pukul 03.55 WITA.
Menanggapi insiden ini, pihak Kansar Balikpapan kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para penghobi memancing, agar tidak meremehkan prakiraan cuaca dari BMKG. Mengingat periode Januari hingga Februari merupakan puncak cuaca kurang bersahabat di perairan Kalimantan Timur, kewaspadaan tinggi dan kesiapan peralatan keselamatan menjadi syarat mutlak sebelum memutuskan untuk melaut demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (rif/yud)
Editor : Indra Zakaria