BALIKPAPAN – Mantan Wali Kota Balikpapan dua periode, Rizal Effendi, memberikan catatan penting dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan. Menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Balikpapan, Senin (9/2/2026), Rizal menilai arah pembangunan kota saat ini sudah berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi kota global.
Menurut Rizal, letak geografis Balikpapan yang berada di garda terdepan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kota ini untuk tidak sekadar tumbuh, tetapi tampil sebagai "wajah" kemajuan Indonesia di mata internasional.
“Balikpapan memang tepat diarahkan menjadi kota global. Posisinya yang paling depan di kawasan IKN mengharuskan kota ini menjadi serambi yang paling maju dibandingkan kota-kota lain di Indonesia,” ujar Rizal di sela-sela kegiatan.
Meski mengapresiasi kemajuan signifikan Balikpapan sebagai pusat jasa dan industri di kawasan timur Indonesia, Rizal mengingatkan bahwa predikat "Kota Global" membawa beban tanggung jawab yang lebih berat. Ia menyoroti tiga tantangan klasik yang masih menghantui warga: kemacetan, keterbatasan akses jalan, dan krisis air bersih.
“Tantangan kita dari dulu masih sama. Jika ingin benar-benar menjadi kota global, penduduk pasti akan terus bertambah. Oleh karena itu, penyediaan air bersih dan solusi penguraian kemacetan harus menjadi prioritas utama pemerintah saat ini,” tegasnya.
Selain itu, persoalan banjir tetap menjadi catatan merah dalam refleksinya. Rizal mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Balikpapan yang kini mulai berani membuka akses jalan baru dan membenahi infrastruktur air. Namun, ia menekankan bahwa penanganan banjir memerlukan kedisiplinan dan keberlanjutan anggaran agar tidak menjadi proyek yang sia-sia.
“Banjir masih menjadi catatan penting. Saya sepakat jika ini ditangani secara serius dan konsisten. Jika pembenahan jalan dan air berjalan baik, saya yakin Balikpapan akan semakin siap menyongsong masa depan sebagai pilar utama Nusantara,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria