Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wisata Berau Meledak: Biduk-Biduk Tembus 12 Ribu Kunjungan, Bupati Sri Juniarsih Janji Benahi Fasilitas

Redaksi Prokal • Selasa, 31 Maret 2026 - 15:45 WIB

Bupati Berau, Sri Juniarsih. (SENO/BP)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata Kabupaten Berau menunjukkan taringnya pada musim liburan tahun ini. Lonjakan kunjungan wisatawan yang drastis di sejumlah destinasi unggulan mendapat respons positif dari Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang menilai momentum ini sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

Data menunjukkan kawasan Biduk-Biduk menjadi primadona dengan catatan kunjungan mencapai 12.226 wisatawan. Tidak hanya itu, destinasi ikonik seperti Pulau Derawan dan Maratua juga dipadati pelancong domestik hingga mancanegara. Bahkan, destinasi alternatif seperti Pemandian Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan turut kecipratan berkah lonjakan pengunjung.

Bupati Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa tingginya minat pelancong menjadi bukti daya tarik wisata Berau semakin dikenal luas. Kehadiran ribuan wisatawan ini berdampak langsung pada kantong masyarakat, mulai dari penyedia penginapan, pelaku kuliner, hingga jasa transportasi air.

“Tentu kami menyambut baik lonjakan ini. Ini adalah peluang besar untuk mendorong pariwisata sebagai motor ekonomi daerah kita,” ujar Sri Juniarsih.

Meski mencatatkan angka yang impresif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan tidak ingin terlena. Bupati mengakui masih ada kekurangan di beberapa titik destinasi yang perlu segera diperbaiki. Pembenahan secara bertahap akan dilakukan, mencakup aspek infrastruktur, kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan pengunjung.

“Kami tidak akan cepat berpuas diri. Pembenahan destinasi adalah tanggung jawab kami agar ke depan kualitas layanan kita semakin berkelas dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tegasnya.

Lonjakan wisatawan ini ternyata menyisakan tantangan tersendiri, terutama di Kecamatan Biduk-Biduk. Camat Biduk-Biduk, Cipto Supratmono, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah penginapan membuat banyak wisatawan kesulitan mendapatkan akomodasi selama momen Idulfitri lalu.

Namun, kondisi ini justru dipandang sebagai peluang emas bagi para investor dan warga lokal. Tingginya kebutuhan tempat tinggal sementara kini mulai mendorong munculnya tren akomodasi alternatif seperti glamping dan homestay.

“Sampai saat ini tercatat ada sekitar 12.266 pengunjung sejak hari pertama Lebaran. Kami membuka kesempatan luas bagi masyarakat maupun investor untuk mengembangkan usaha penginapan di sini,” kata Cipto. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan terus menguat agar kekayaan alam Berau tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi benar-benar membawa kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh warga. (*)

Editor : Indra Zakaria