Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nilai Ekspor Kalsel Melejit

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 25 Desember 2020 - 17:42 WIB
MULAI NAIK: Petani kelapa sawit memanen tandan buah sawit di tengah genangan air.  Harga sawit Indonesia mulai membaik di pasar internasional. | FOTO: BERITAGAR
MULAI NAIK: Petani kelapa sawit memanen tandan buah sawit di tengah genangan air. Harga sawit Indonesia mulai membaik di pasar internasional. | FOTO: BERITAGAR

BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama November 2020. Dalam rilis itu diketahui, nilai ekspor Banua naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara nilai impor mengalami penurunan.

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai ekspor Kalsel pada November 2020 mencapai USD507,05 juta. Naik 43,21 persen dibandingkan Oktober 2020 yang hanya USD354,06 juta. Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,89 persen. Dari USD33,56 juta menjadi USD28,22 juta.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.

"Kelompok ini nilai ekspornya naik 27,79 persen. Yakni, dari USD258,66 juta pada bulan Oktober menjadi USD332,39 juta di bulan November," jelasnya.

Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup memengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar: 65,55 persen. "Di urutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbangkan ekspor USD127,42 juta. Kontribusinya 25,13 persen," ucapnya.

Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode November barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Malaysia dengan nilai USD163,35 juta. "Nilai ekspor ke Malaysia ini mengalami kenaikan hingga 120,92 persen dibandingkan Oktober 2020," ungkapnya.

Selain Malaysia, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada November juga lumayan tinggi yakni sebesar USD95,66 juta. "Filipina berada di urutan ke tiga dengan nilai ekspor sebesar USD41,60 juta," ucapnya.

Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan November. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD23,46 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD2,44 juta dan kelompok berbagai produk kimia sebesar USD0,60 juta.

"Kontribusi dari masing-masing tiga kelompok ini kalau diurut adalah 83,11 persen, 8,63 persen dan 2,13 persen dari total impor November 2020," ucapnya.

Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai USD16,65 juta. Diikuti Singapura, USD7,59 juta dan Korea Selatan, USD1,63 juta. "Malaysia jadi yang tertinggi karena kontribusi impornya mencapai 58,98 persen, dari total nilai impor Kalsel," rincinya.

Dari data-data nilai eskpor dan impor, dia menuturkan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel pada November 2020 menunjukkan nilai yang positif. Yakni, surplus sebesar USD487,82 juta. “Nilai tersebut lebih besar dibandingkan neraca perdagangan pada bulan Oktober 2020 yang surplus USD320,51 juta,” paparnya.

Menanggapi data dari BPS Kalsel, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menjelaskan, naiknya nilai ekspor Banua didorong oleh kondisi ekonomi dunia yang mulai bergerak positif.

"Industri manufaktur sudah mulai berproduksi, sehingga permintaan beberapa komoditas bahan baku dari Kalsel semakin meningkat. Seperti Batubara, CPO dan karet alam," jelasnya.

Di samping itu, dia menuturkan, harga beberapa komoditas di pasar internasional juga mulai membaik, terutama sawit. Sehingga menambah spirit bagi pelaku usaha perkebunan sawit untuk meningkatkan produksinya dan memperluas pasar.

"Kenaikan ekspor juga lantaran lahirnya beberapa produk/komoditi baru non tambang dari Kalsel yang mulai memasuki pasar ekspor, antara lain Virgin Coconut Oil (VCO), belut dan produk UKM lainnya," pungkasnya. (ris/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#ekonomi bisnis #Bisnis Industri