Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekspor Dua Produk Olahan CPO ke Tiongkok, Jangan Lupakan Hilirisasi

izak-Indra Zakaria • Rabu, 6 Mei 2020 - 21:41 WIB
-
-

Untuk menggenjot penerimaan negara, perusahaan di Kaltim terus memperbesar ekspor produk olahan minyak kelapa sawit. Terbaru, Karantina Balikpapan melepas dua komoditas baru ke Tiongkok senilai Rp 79 miliar selain crude palm oil (CPO).

BALIKPAPAN - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Balikpapan kembali melepas komoditas baru dari sektor pertanian. Berupa RBD Palm Olein dan RBD Palm Stearin. Sebanyak 9 ribu metrik ton diekspor ke Tiongkok. Produk milik PT KRN ini rutin dikirim dan tetap melaju di tengah kondisi penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

“Ketika kualitas dan kuantitas produksi terjaga, pasar global pasti akan terbuka. Ini menjadi bukti sektor pertanian kita terus bekerja dalam kondisi apapun dan alhamdulillah mampu ekspor," kata Kepala Karantina Pertanian Balikpapan, Abdul Rahman, Selasa (5/5).

Menurut Rahman, kinerja ekspor ini patut disyukuri mengingat saat ini semua kondisi masih serba terbatas akibat wabah pandemi Covid-19. Namun seluruh sektor pertanian di Kaltim tetap bekerja dan bahu-membahu memenuhi pasokan pangan dan bahkan dapat menyumbang devisa melalui kinerja ekspor.

Rahman menjelaskan, RBD (refined, bleached, and deodorized) merupakan hasil pemurnian minyak sawit. Kemudian diolah lagi untuk mendapatkan tingkat kemurnian lebih tinggi menjadi RBD Palm Olein. Di negara tujuan, biasanya komoditas ini digunakan sebagai minyak goreng. Sementara untuk RBD Palm Stearin merupakan produk samping minyak sawit yang bisa digunakan sebagai bahan dasar sabun, margarin dan bahan baku industri lainnya.

Rahman menambahkan, komoditas berkualitas ekspor ini telah dilakukan pemeriksaan karantina sehingga dipastikan memenuhi persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari negara tujuan. Pihaknya memberikan sertifikat kesehatan masing-masing pyhtosanitary certificate (PC) untuk komoditas tumbuhan ekspor dan health certificate (HC) untuk komoditas hewan ekspor.

"Kami pastikan komoditas ini sehat aman dan telah memenuhi persyaratan teknis negara mitra dagang," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat mengapresiasi ekspor CPO atau produk turunan yang masih bisa berjalan. Hanya, lebih baik ekspor menjadi bahan jadi. “Ini kan yang diekspor bahan mentah untuk minyak goreng dan margarine. Sebaiknya kita bisa membuat industri turunannya di sini. Sudah sejak dulu mimpi mewujudkan turunan dari CPO ini namun tak kunjung jadi,” tuturnya.

Ia menerangkan, jika bisa menarik investor industri olahan CPO di sini, beban operasional dan produksi akan lebih murah. Karena tidak ada biaya kirim dan jaraknya pun dekat. (aji/ndu/k18)

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit

Harga TBS (Rp/Kg)

2020

Januari 1.787

Februari 1.768

Maret 1.593

April 1.562

 

April 2018 1.639

April 2019 1.287

 

Sumber: Disbun Kaltim

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim