Pelaku usaha biro perjalanan bisa lebih optimistis menatap semester II 2020. Bisnis mereka diyakini akan bangkit seiring penerapan new normal.
SAMARINDA–Meski belum bisa langsung agresif menggenjot kinerja, para pelaku usaha agen travel harus tetap optimistis. Sebab, pemerintah saat ini terus mematangkan persiapan untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata di tengah wacana penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal.
Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kaltim I Gusti Bagus Putra mengatakan, pihaknya sudah memberikan pedoman kepada seluruh anggota Asita dalam penerapan tatanan normal baru. Hal itu sebagai upaya membangun kebersamaan seluruh anggota dalam usaha menghidupkan pariwisata pada masa pandemi.
“Kita harus memastikan bahwa setiap protokol yang ditetapkan di perusahaan lebih fokus pada kesehatan, kebersihan dan pengurangan kontak fisik yang dibutuhkan wisatawan dan dapat memberikan pengalaman berwisata yang aman,” jelasnya, Kamis (4/6).
Pria yang juga menjabat sebagai direktur PT Nusantara Wisata Tour & Travel Samarinda itu menjelaskan, pelaku usaha harus bisa memberikan kepercayaan kepada wisatawan agar nyaman bepergian. Travel agent juga harus bekerja dengan mitra kerja untuk mengimplementasikan secara jelas dan tertulis mengenai protokol kebersihan, menghindari kontak fisik dan rekomendasi untuk tamu.
Lalu harus ada juga pelatihan jika ada yang terdeteksi bakal menjadi kasus baru dan simulasi ketika tamu tidak mengikuti protokol sebelum dan saat berwisata. Membagikan pedoman untuk tamu sebelum dilaksanakannya bepergian, hal ini dapat dikirimkan secara elektronik sebelum kedatangan. “Saat ini memang tidak bisa berharap banyak kepada bisnis travel agent, sebab tidak ada orang yang bepergian kecuali sangat penting,” tuturnya.
Namun, saat ini pelaku usaha juga banyak belajar dan mengikuti seminar MICE, Tour inbound secara virtual. Masih ada juga yang membuat Paket Tour FIT (Free Individual Tour) atau grup dalam jumlah terbatas. Seiring dengan perubahan cuti bersama 2020, optimisme bisnis ini bisa tumbuh di akhir tahun. “Sebab, masyarakat akan haus hiburan dan berupaya menghilangkan rasa jenuh,” katanya.
Jadi, travel agent tetap harus optimistis pariwisata ke depan akan bergairah dan berjalan sesuai program. Saat ini, Kemenparekraf juga menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi new normal setelah Covid-19. New Normal merupakan liburan dengan prinsip hygiene dan sanitisasi yang prima. Prinsip ini akan memberikan warna yang berbeda di Indonesia.
“Ini membuat destinasi pariwisata juga didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Sehingga kita semua bisa berjalan bersama dengan baik,” terangnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan, protokol normal baru pariwisata telah disusun. Nantinya, protokol itu diterapkan oleh destinasi wisata setelah dinyatakan siap.
"Protokol ini akan melalui beberapa tahapan, mulai melakukan simulasi, lalu sosialisasi dan publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah," kata Wishnutama.
Dia mengungkapkan, protokol normal baru salah satunya menekankan pada konsep kebersihan, kesehatan, dan keselamatan (cleanliness, health, and safety/CHS). Konsep CHS merupakan strategi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar masyarakat nantinya dapat tetap produktif dan aman di tengah pandemi Covid-19.
Penerapan dan pengawasan program CHS sebagai tatanan kenormalan baru di destinasi wisata juga dikoordinasikan dengan Gugus Tugas dan Kepala Daerah masing-masing wilayah. Dia menekankan kesiapan daerah dan pelaku industri dan ekonomi kreatif menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan protokol kenormalan baru ini.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya berpotensi nantinya untuk dapat memulai penerapan protokol ini," katanya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada standar baru dan uji coba sebelum sektor pariwisata benar-benar dibuka untuk umum. "Perlu sosialisasi yang masif, diikuti uji coba dan simulasi-simulasi. Perlu juga dilakukan pengawasan agar standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi meminta ada program promosi pariwisata domestik pada masa new normal nanti. Program tersebut harus fokus untuk mempromosikan produk-produk lokal dan aman di tengah pandemi virus corona. "Harus siapkan strategi khusus dalam promosi pada era new normal. Fokus dulu untuk mendorong pariwisata domestik, wisatawan domestik," ujarnya.
Menurut Jokowi, pilihan liburan pada masa new normal nanti berubah dari sebelum ada virus corona. Masyarakat akan lebih banyak memilih liburan ke tempat yang sepi demi mengurangi risiko penularan virus corona. "Referensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang seperti solo travel tour, wellness tour, dan termasuk juga di dalamnya virtual tourism serta staycation," tuturnya.
Karena itu, dia mengingatkan agar pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif menyiapkan program baru untuk menyesuaikan minat pasar. Pelaku usaha juga harus mengantisipasi perubahan tren ini demi menggaet kembali masyarakat untuk berwisata. “Perubahan tren kemungkinan besar akan terjadi di dunia pariwisata secara global," kata Jokowi. (ctr/ndu2/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria