JAKARTA – Bagi PT Kereta Api Indonesia, peningkatan okupansi tak hanya datang dari kereta penumpang. Namun juga kereta barang yang terus melonjak. Bulan lalu, kenaikan mencapai enam persen.
Terdampaknya angkutan penumpang oleh pandemi Covid-19, membuat KAI terus berupaya memaksimalkan bisnis angkutan barang melalui berbagai langkah. Hasilnya, angkutan barang terus tumbuh. Volume angkutan barang pada Agustus mencapai 3,9 juta ton. Sementara pada Juli KAI mampu mengangkut 3,7 juta ton barang. ”Pada Semester 1 2020, pendapatan dari angkutan barang mencapai 43 persen dari total pendapatan KAI,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.
Inovasi yang dilakukan KAI adalah dengan penandatanganan kontrak baru dengan beberapa perusahaan untuk angkutan barang. Joni merincikan, kenaikan dapat dilihat dari berbagai sektor. Misalnya meningkatnya volume angkutan batu bara menjadi 2,8 juta ton pada Agustus. Sebelumnya 2,7 juta ton di bulan sebelumnya. Angkutan batu bara sendiri mencapai 72 persen dari total angkutan barang KAI. ”Konsumsi industri yang semakin meningkat membuat angkutan batu bara kembali stabil,” ungkapnya. Sebelumnya sempat turun pada titik terendah yaitu hanya 2 juta ton pada Juni.
”Peningkatan ini juga menunjukkan kembali bergeraknya sektor industri dan perekonomian yang ditunjukkan melalui tumbuhnya pergerakan barang,” ujar Joni. Menurut catatan PT KAI, kenaikan tersebut terjadi pada semen, peti kemas, CPO, dan BBM. Joni merincikan angkutan semen naik 10 persen menjadi 368 ribu ton. Lalu peti kemas naik dari 315 ribu ton menjadi 339 ribu ton . Kenaikan juga terlihat pada CPO yang bulan lalu mencapai 24 ribu ton dari 20 ribu ton. Sementara jumlah BBM yang diangkut naik 2 persen menjadi 181 ribu ton dari 178 ribu ton.
Menurut Joni, KAI akan terus mengoptimalkan layanan angkutan kereta barang sambil terus memulihkan bisnis angkutan penumpang. Pengembangan angkutan barang dilakukan. Seperti menjajaki rute-rute baru untuk berbagai komoditi. ”Harapannya melalui angkutan barang, KAI turut mendukung pemulihan perekonomian nasional dengan menghadirkan layanan distribusi logistik yang dapat diandalkan,” ujar Joni. (lyn)
Editor : izak-Indra Zakaria