Keyakinan konsumen terhadap perekonomian Kaltim masih baik. Ini terlihat dari survei konsumen (SK) yang dilakukan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim, di mana indeks keyakinan konsumen (IKK) pada triwulan II 2022 tercatat sebesar 135,92, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, 123,39.
SAMARINDA - Peningkatan keyakinan konsumen ini bersumber dari kenaikan indeks kondisi ekonomi (IKE) dan indeks ekspektasi konsumen (IEK). IKE pada triwulan II 2022 tercatat sebesar 129,22 lebih tinggi dibandingkan indeks triwulan sebelumnya yang tercatat 112,06. Sementara, IEK tercatat sebesar 142,61, meningkat dibandingkan indeks triwulan sebelumnya 134,72.
Secara umum, angka IKE dan IEK yang berada di atas 100 menandakan bahwa konsumen berada pada level optimistis. Kepala KPw BI Kaltim Ricky P Gozali mengatakan, konsumsi rumah tangga pada triwulan II 2022 kembali tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring meredanya kasus Covid-19 dan masuknya periode liburan hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Peningkatan kinerja konsumsi RT juga didorong oleh adanya distribusi tunjangan hari raya (THR) pada para pegawai di tengah berlanjutnya realisasi bansos bagi masyarakat. “Konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan sebesar 2,17 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,25 persen (yoy),” ungkapnya, Minggu (25/9).
Kenaikan konsumsi rumah tangga terkonfirmasi dari hasil Google mobility report yang mencerminkan aktivitas masyarakat Kaltim khususnya di pusat aktivitas konsumsi. Hasil Google mobility report pada lokasi retail and recreation dan grocery and pharmacy mengonfirmasi adanya kenaikan aktivitas dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 7 persen dan 32,5 persen menjadi 14,18 persen dan 41,74 persen
“Kinerja konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan pada triwulan II 2022 juga terkonfirmasi oleh keyakinan konsumen yang terus mengarah pada angka yang optimistis,” jelasnya.
Di sisi lain, kinerja konsumsi pemerintah di Kaltim tercatat mengalami kontraksi setelah mampu tumbuh positif pada periode sebelumnya yang utamanya disebabkan oleh faktor base effect. Pada triwulan II 2022 konsumsi pemerintah terkontraksi 0,48 persen (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,90 persen (yoy).
“Komponen konsumsi pemerintah berkontribusi 2,87 persen terhadap pembentukan PDRB Kaltim serta memberikan andil sebesar -0,01 persen (yoy) terhadap laju pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II 2022,” tuturnya.
Namun demikian, secara triwulanan pertumbuhan kinerja konsumsi pemerintah masih tumbuh tinggi sebesar 56,21 persen (quartal to quartal/qtq) setelah pada triwulan I 2022 terkontraksi sebesar 56,75 persen (qtq).
Berdasarkan realisasi anggaran belanja, belanja APBD Provinsi tercatat mengalami tumbuh sebesar 94,38 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh tinggi sebesar 16,32 persen (yoy). Selain itu, kinerja APBN di Kaltim juga tercatat tumbuh sebesar 130,39 persen (yoy) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 38,03 persen (yoy). (ndu/k15)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria