Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kaltim Perlu Punya Prioritas Pemulihan Ekonomi

izak-Indra Zakaria • Rabu, 28 Juni 2023 - 21:23 WIB
Photo
Photo

Kaltim dinilai perlu adanya prioritas pengembangan dalam meminimalisasi tantangan struktural dan mempercepat pemulihan ekonomi. Melalui pengembangan hilirisasi berbasis SDA, pengembangan UMKM berdaya saing dan pengembangan pariwisata unggulan.

 

SAMARINDA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky P Gozali mengatakan, Kaltim sebenarnya memiliki potensi SDA melimpah dan sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan optimal. SDA dan hasil-hasilnya sebagian besar diekspor, sehingga provinsi ini menjadi salah satu penghasil devisa utama bagi negara, khususnya dari sektor pertambangan, kehutanan dan hasil lainnya.

“Terlihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2023 sebesar 6,95 persen (year on year/yoy), sejalan dengan permintaan ekspor komoditas utama di Kaltim serta tingginya investasi seiring dengan masifnya pembangunan di wilayah ini,” ungkapnya, Senin (26/6).

Melihat struktur ekonomi Kaltim, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Antara lain, ketergantungan terhadap sektor SDA mentah yang bersifat low value added, belum optimalnya pariwisata Kaltim dalam menyerap wisatawan baik domestik maupun mancanegara, masih terbatasnya penyerapan produk UMKM Kaltim di pasar regional maupun luar daerah, kondisi produksi pangan strategis lokal Kaltim yang terbatas.

Oleh karena itu, Ricky mengatakan, perlu adanya prioritas pengembangan dalam meminimalisasi tantangan struktural dan mempercepat pemulihan ekonomi. Melalui tiga hal ini. Pertama, pengembangan hilirisasi berbasis SDA melimpah. Kedua, pengembangan UMKM berdaya saing, dan ketiga pengembangan pariwisata unggulan.

“Pariwisata Kaltim seharusnya bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, yang pelan-pelan bisa menggeser ketergantungan terhadap batu bara,” jelasnya. Dinas Pariwisata Kaltim telah menetapkan peta perwilayahan pariwisata menjadi tiga. Yakni, destinasi pariwisata provinsi (DPP), kawasan pengembangan pariwisata (KPPP) dan kawasan strategis pariwisata provinsi (KSPP).

Salah satu wisata unggulan di Kaltim, Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dan merupakan salah satu dari delapan destinasi pengembangan pariwisata (DPP) Nasional. Semenjak saat itu, Kepulauan Derawan memiliki julukan baru, yaitu Pristine Island karena keasrian alamnya yang masih terjaga.

Tak mengherankan, Pulau Derawan memiliki daya tarik tersendiri terutama objek wisata baharinya. Keanekaragaman hayati bawah laut yang dimiliki Pulau Derawan membuatnya dikenal juga dengan nama Amazon of the Seas.

Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mempromosikan pariwisata unggulan Kaltim tersebut ialah melalui uang Rp 20.000 tahun emisi 2016 hingga uang Rp 20.000 tahun emisi terbaru, tahun 2022. Kepulauan Derawan memiliki banyak kekayaan alam yang merupakan sumber perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Dinas Pariwisata Kabupaten Berau mencatat terdapat 159 wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan sampai periode bulan Mei 2023. Pada tahun 2022, total kunjungan wisatawan di Kepulauan Derawan tercatat sebanyak 397.337 orang dengan 286 orang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Total kunjungan pada 2022, mencatat kenaikan yang signifikan yakni sebesar 180,83 persen (yoy) dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh semakin tingginya hasrat wisatawan terhadap perjalanan wisata, setelah melalui puncak pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai potensi ini, ke depan sektor pariwisata akan menjadi salah satu sumber perekonomian baru di Kaltim. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, serta stakeholder terkait, pariwisata harus menjadi prioritas dalam menjawab tantangan ekonomi Kaltim,” pungkas. (ndu/k15)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria