Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,22 Persen: Kadin Berharap Pemda Perhatikan Pengusaha Lokal

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 6 Februari 2024 - 20:39 WIB
SUBSTITUSI: Dikebutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi salah satu pendorong tumbuhnya sektor konstruksi di Kaltim sepanjang tahun lalu.
SUBSTITUSI: Dikebutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi salah satu pendorong tumbuhnya sektor konstruksi di Kaltim sepanjang tahun lalu.

 

Kinerja ekonomi Kaltim tahun lalu banyak ditopang aktivitas konstruksi, utamanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kilang Pertamina Balikpapan. Sementara, secara global masih disokong penjualan batu bara.

Secara kumulatif, ekonomi Kaltim 2023 tumbuh sebesar 6,22 persen (year on year/yoy). Lebih tinggi dibanding capaian 2022 yang berada di angka 4,48 persen. Secara nasional juga menunjukkan angka yang bagus karena di atas rata-rata, yakni 5,05 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyebut, jika berdasarkan PDRB Kaltim di atas harga berlaku menurut lapangan usaha, struktur perekonomian memang belum mengalami perubahan berarti. “Secara tahunan, kinerja triwulan IV 2023 terhadap triwulan IV 2022 juga tumbuh sebesar 5,76 persen. Pertumbuhan ini didorong capaian kinerja pada seluruh lapangan usaha,” bebernya, Senin (5/2).

Dari sisi produksi, tercatat pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 16,05 persen. Diikuti konstruksi sebesar 15,82 persen, serta jasa keuangan dan asuransi sebesar 11,72 persen. Kemudian, lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebagai lapangan usaha utama perekonomian Kaltim tumbuh 5,18 persen.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 36,40 persen. Yusniar mengatakan, peningkatan kinerja yang cukup baik juga ditunjukkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 11,48 persen.  

“Struktur PDRB Kaltim menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku masih didominasi oleh ekspor barang dan jasa sebesar 106,98 persen. Diikuti PMTB sebesar 32,54 persen,” lanjut dia.

Dilihat secara spasial, kinerja ekonomi Kalimantan tumbuh 5,43 persen. Dengan menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Dilihat dari struktur perekonomian Kalimantan 2023, Kaltim juga masih mendominasi dalam peranan regional di angka 48,38 persen. “Sedangkan provinsi lain seperti Kalimantan Barat 15,74 persen, Kalimantan Selatan 15,45 persen, Kalimantan Tengah 11,98 persen dan Kalimantan Utara sebesar 8,45 persen,” sebutnya.

Sepanjang 2023, kinerja ekonomi Kaltim dipengaruhi oleh faktor domestik. Yakni peningkatan belanja pemerintah dan peningkatan aktivitas konstruksi (IKN, RDMP, dan konstruksi lainnya). Serta secara global, terutama terjadinya permintaan peningkatan ekspor batu bara.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim menilai perekonomian bergerak sangat agresif dibanding tahun sebelumnya. Hal itu juga tak lepas dari peningkatan APBD 2023, sehingga belanja pemerintah menjadi stimulus bagi perekonomian daerah.

“Jika melihat data yang ada, lapangan usaha yang tumbuh yaitu pada sektor usaha kelistrikan dan konstruksi. Kadin berharap, dengan besarnya APBD yang ada saat ini pemerintah bisa terus memerhatikan pengusaha lokal, menjadi mitra pembangunan daerah,” beber Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek.

Dia menjelaskan, dengan memberdayakan pelaku usaha daerah, maka pemerintah juga turut membantu UMKM untuk tumbuh. Dirinya juga optimistis perekonomian 2024 tetap menunjukkan tren positif.

Sementara itu secara nasional, BPS menyatakan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada 2023. Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi.

Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 13,96 persen. Kemudian, disusul oleh jasa lainnya sebesar 10,52 persen serta akomodasi, makanan, dan minuman 10,01 persen. Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan ketiga lapangan usaha tersebut didorong oleh faktor peningkatan mobilitas masyarakat; penyelenggaraan kegiatan internasional seperti Piala Dunia U-18, pertemuan KTT ASEAN, dan MotoGP Mandalika; serta persiapan pemilihan umum (pemilu).

Sementara, bila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tahun 2023, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 0,95 persen. Pertumbuhan industri pengolahan disebut terdorong oleh kuatnya permintaan domestik dan global. "Walaupun angka ini relatif lebih rendah dari 2022 (1,01 persen), namun lebih besar dari 2021 (0,70 persen)," ujar Amalia.

Sumber pertumbuhan berikutnya adalah perdagangan sebesar 0,63 persen, sejalan dengan peningkatan suplai barang domestik. Perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasi tumbuh 4,5 persen. Sedangkan perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor tumbuh 4,92 persen.

Kemudian, transportasi dan pergudangan memberikan sumber pertumbuhan 0,58 persen seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Angkutan udara tumbuh 28,96 persen ditandai dengan peningkatan jumlah penumpang, baik rute domestik maupun internasional.

Sementara angkutan rel tumbuh 23,74 persen, didorong oleh perjalanan kereta api jarak jauh serta LRT Jabodetabek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Terakhir, informasi dan komunikasi memberikan sumber pertumbuhan 0,49 persen, didukung oleh peningkatan penetrasi internet di dalam negeri. (ndu/k15)

 

RADEN RORO MIRA

 
Editor : Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim