Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Budidaya Ikan Ditarget 12.000 Ton, Ada Rumput Laut dan Ikan Patin yang Jadi Unggulan PPU

Redaksi • Sabtu, 31 Mei 2025 - 16:50 WIB
Ilustrasi ikan patin.
Ilustrasi ikan patin.

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot sektor perikanan budidaya dengan menargetkan produksi sebesar 12.000 ton pada tahun ini.

Target ambisius ini mencakup dua segmen utama, antara lain budidaya perairan tawar dan budidaya air payau, yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan, Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, menjelaskan bahwa dari total target produksi tersebut, sebagian besar berasal dari budidaya tambak, terutama komoditas unggulan seperti rumput laut, bandeng, udang, dan kepiting.

“Yang terbesar itu memang dari tambak. Produksi utamanya terdiri dari rumput laut, bandeng, udang, dan kepiting. Ini juga selaras dengan program prioritas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim),” ujar Musakkar, Rabu (28/5/2025).

Sementara untuk budidaya air tawar, komoditas yang dikembangkan meliputi ikan patin, lele, nila, dan gurame. Komoditas-komoditas ini menjadi andalan dalam pengembangan usaha budidaya skala rumah tangga. “Kami dorong masyarakat, terutama skala rumah tangga, untuk bisa berbudidaya sendiri. Ini bukan hanya untuk mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga, tapi juga bisa menjadi tambahan konsumsi ikan dan bahkan penghasilan tambahan,” tambahnya.

Namun demikian, Musakkar menegaskan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan pemantauan dan penguatan akses pasar. Menurutnya, sebanyak apapun hasil produksi, akan sia-sia jika tidak diserap oleh pasar.

“Produksi saja tidak cukup. Koordinasi dan informasi pasar juga penting. Kalau hasil produksi tidak terjual, ya sama saja. Karena itu, kami juga fokus menjalin sinergi dengan pelaku usaha, distributor, dan pemerintah provinsi agar rantai pasok ini berjalan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Perikanan juga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pelaku usaha perikanan yang ingin mengembangkan sektor budidaya di wilayah tersebut. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, Musakkar optimistis target 12.000 ton bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

“PPU punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang ini dengan baik dan membangun ekosistem perikanan yang berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria