Dilansir dari Jawa Pos, Minggu (5/5), tertariknya Nathan pada Persebaya tidak lepas dari pengaruh mantan rekannya, Arsenio Valpoort, yang pernah membela klub tersebut. Melalui informasi dari Valpoort dan pencarian di media sosial, Nathan semakin terpesona oleh kegilaan suporter Persebaya dan kebesaran klub tersebut.
Nathan Tjoe-A-On sendiri lahir di Rotterdam, 22 Desember 2001 silam. Dirinya menorehkan jejaknya sebagai salah satu penggawa utama tim Excelsior Rotterdam di Eredivisie. Jauh sebelum memasuki panggung internasional, Nathan telah membawa semangat permainannya di klub amatir seperti CKC En dan VV Nieuwerkerk sejak usia 4 tahun.
Kini ia memperkuat klub asal Inggris, Swansea City sejak awal musim 2023-2024, namun ia disekolahkan ke negara asalnya, Belanda, bersama SC Heerenveen, sebelum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Di Eredivisie, pria yang mendapat julukan ‘Mas Tejo’ dari penggemarnya di Tanah Air ini telah mengemas total 4 pertandingan, dengan 10 menit rata-rata tiap laganya.
Meski baru mendapatkan menit bermain yang minim, pria yang melakukan debut bersama Timnas Indonesia saat melawan Vietnam ini dipercaya bermain melawan tim-tim elite seperti Ajax Amsterdam, Feyenoord Rotterdam, dan FC Utrecht.
Nathan Tjoe-A-On telah menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Indonesia untuk bermimpi dan berjuang meraih prestasi di kancah sepak bola internasional. Ia begitu diharapkan oleh pecinta sepak bola tanah air untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (*)