BALIKPAPAN – Awan mendung menyelimuti Stadion Batakan usai Persiba Balikpapan dipaksa menyerah di tangan Persela Lamongan. Namun, bukan sekadar skor akhir yang memicu kegaduhan, melainkan pernyataan blak-blakan sang juru taktik, Leonard Tupamahu.
Usai laga, Leonard secara mengejutkan membongkar adanya "api dalam sekam" berupa persoalan non-teknis yang selama ini menghambat performa tim kebanggaan warga Balikpapan tersebut.
Kekalahan dari Laskar Joko Tingkir disebut Leonard sebagai puncak dari akumulasi masalah internal yang sudah lama mengendap di luar lapangan hijau. Meski enggan merinci secara spesifik, ia menegaskan bahwa faktor non-teknis inilah yang menjadi penghalang utama para pemain untuk tampil lepas dan fokus. Menurutnya, hasil negatif ini adalah konsekuensi logis dari situasi yang tidak ideal di dalam tubuh tim. Kabarnya masalah pembayaran gaji yang jadi masalah internal yang belum terselesaikan.
“Ini adalah puncak dari masalah di dalam tim, terutama yang bersifat non-teknis. Persiapan kami pun sangat minim, dan dampaknya terlihat jelas di babak kedua ketika kondisi fisik pemain menurun drastis akibat kelelahan,” ungkap Leonard dengan nada getir pada Minggu (29/3).
Secara taktikal, Leonard menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan lawan pada paruh pertama. Persiba sempat memegang kendali laga dan menciptakan beberapa peluang emas. Sayangnya, stamina yang kedodoran di babak kedua membuat konsentrasi pecah, yang berujung pada kesalahan-kesalahan elementer. Persela yang tampil lebih disiplin pun tanpa ampun menghukum kecerobohan lini belakang Persiba menjadi gol kemenangan.
Di tengah hujan kritik yang mengalir deras, mantan bek tangguh ini menyatakan siap pasang badan. Leonard menegaskan tanggung jawab penuh atas segala keputusan taktik yang diambil di lapangan, termasuk risiko didepak dari kursi kepelatihan. Baginya, kritik adalah bagian dari pekerjaan, namun pembenahan internal yang menyeluruh menjadi harga mati jika Persiba tidak ingin terus terpuruk di dasar klasemen.
Kemenangan ini membawa Persela Lamongan melesat ke papan atas dengan koleksi 33 poin, sementara Persiba Balikpapan kini dipaksa melakukan evaluasi total. Jika manajemen dan tim tidak segera menyelesaikan persoalan "dapur" mereka, tren negatif ini dikhawatirkan akan terus berlanjut di sisa kompetisi musim ini.(*)
Editor : Indra Zakaria