Zijlstra memulai karier sepak bolanya di akademi AZ Alkmaar, salah satu akademi sepak bola terbaik di Belanda. Namun, untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman dan kesempatan bermain, dia kemudian pindah ke akademi Amsterdam FC.
Langkah ini membawanya lebih dekat ke panggung sepak bola profesional ketika NEC Nijmegen merekrutnya pada tahun 2022. Di NEC Nijmegen, Zijlstra diberi kepercayaan untuk bermain di dua level kelompok umur sekaligus, yakni U18 dan U21.
Dia mampu mencatatkan performa yang sangat impresif dengan torehan 18 gol dalam 26 pertandingan di kedua level tersebut. Penampilan cemerlangnya ini tidak hanya membuatnya dikenal sebagai salah satu striker muda yang potensial di Belanda, tetapi juga menarik perhatian klub lain.
Tak butuh waktu lama bagi FC Volendam, klub yang berkompetisi di Eerste Divisie, untuk melihat potensi besar yang dimiliki Zijlstra. Musim 2024/2025, Zijlstra resmi bergabung dengan FC Volendam U-21.
Meskipun di laga pembuka Eerste Divisie 2024/2025 ia belum masuk skuad utama ketika Volendam harus menelan kekalahan 4-3 dari Graafschap, Zijlstra tetap dianggap sebagai prospek jangka panjang yang menjanjikan bagi klub tersebut.
PSSI yang gencar mencari pemain-pemain berkualitas untuk memperkuat Timnas Indonesia tentu tidak melewatkan kesempatan untuk memantau perkembangan Zijlstra.
Kabarnya, PSSI sudah memasukkan nama Zijlstra dalam daftar pemain potensial yang bisa memperkuat Timnas Indonesia, terutama di lini depan yang selama ini dianggap masih kurang tajam.
Meskipun hingga kini belum ada permintaan resmi dari PSSI untuk memproses naturalisasi Zijlstra, pemain muda ini sudah menyatakan kesediaannya untuk membela skuad Garuda. Bahkan, dia telah mengirim berkas-berkas yang diperlukan kepada federasi, menunjukkan keseriusannya untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Keputusan untuk membawa Zijlstra ke Timnas Indonesia tentunya sangat penting, mengingat target besar yang ingin dicapai oleh PSSI. Setelah sukses melaju ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia akan menghadapi lawan-lawan kuat seperti Arab Saudi, Australia, Jepang, Bahrain, dan Tiongkok.
Untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, skuad besutan Shin Tae-yong perlu setidaknya finis di posisi 1 atau 2 di grup. Jika tidak, mereka harus menempati peringkat 3 atau 4 untuk melanjutkan perjuangan di ronde keempat.
Kehadiran penyerang dengan naluri mencetak gol setajam Zijlstra tentunya bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah lini depan yang selama ini menjadi kelemahan Timnas Indonesia.
Mauro Zijlstra adalah tipe penyerang murni dengan insting mencetak gol yang sangat tajam. Konon, performanya di level junior bahkan lebih baik dibandingkan dengan Rafael Struick, yang kini sudah memperkuat skuad senior Timnas Indonesia.
Dalam usianya yang masih muda, Zijlstra telah menunjukkan kemampuan untuk bermain di level yang lebih tinggi dan melampaui ekspektasi banyak orang. Dengan kemampuannya yang komplet sebagai seorang striker, Zijlstra memiliki potensi besar untuk menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia.
Berbicara tentang latar belakangnya, Zijlstra yang memiliki tinggi badan 188 cm ini memang dilahirkan dengan bakat alami sebagai seorang penyerang. Ia tumbuh besar di lingkungan yang sangat mendukung pengembangan bakat sepak bolanya, mulai dari akademi AZ Alkmaar, Amsterdam FC, hingga NEC Nijmegen. Setiap klub yang ia bela selalu melihat potensi besar dalam dirinya, dan hal ini terbukti dari kontribusi gol yang dia berikan di setiap kesempatan bermain.
Sebagai seorang penyerang, Zijlstra memiliki keunggulan dalam hal positioning, ketenangan di depan gawang, serta kemampuan duel udara yang sangat baik. Dengan tubuh tinggi dan postur yang kokoh, Zijlstra kerap memenangkan duel dengan bek lawan, baik di darat maupun di udara.
Insting mencetak golnya yang tajam juga membuatnya selalu berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang. Selain itu, Zijlstra dikenal sebagai pemain yang rajin bekerja keras, baik dalam menyerang maupun bertahan. Dia tidak segan-segan turun ke belakang untuk membantu tim saat dalam tekanan, menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga etos kerja yang tinggi.
Meskipun Zijlstra saat ini masih berkompetisi di level junior bersama FC Volendam U21, potensi yang dia miliki sudah cukup untuk membuat PSSI mempertimbangkan namanya sebagai calon striker Timnas Indonesia. Namun, perjalanan untuk menjadi striker utama Timnas Indonesia tentu bukan tanpa tantangan.
Zijlstra harus terus menunjukkan performa terbaiknya di setiap kesempatan, baik di klub maupun jika nanti mendapat panggilan dari Timnas Indonesia.
PSSI kini berada di persimpangan penting dalam membangun skuad Timnas Indonesia yang lebih kuat dan berprestasi di kancah internasional. Dengan target besar untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, pemilihan pemain menjadi sangat krusial.(*)