Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pecahkan Rekor Buruk di Liga Inggris, Leicester City Jadi Tim Kedua yang Terdegradasi, Begini Kata Pelatihnya Ruud van Nistelrooy

Redaksi • Senin, 21 April 2025 - 20:33 WIB
Para pemain Leicester City tampak lesu setelah dikalahkan Liverpool. (X/@LCFC)
Para pemain Leicester City tampak lesu setelah dikalahkan Liverpool. (X/@LCFC)

Leicester City akhirnya mengakhiri penderitaan mereka dengan terdegradasinya mereka dari Premier League 2024/2025 setelah kekalahan atas Liverpool. Leicester kalah tipis 0-1 saat menjamu Liverpool pada pekan ke-33 Premier League di King Power Stadium, Minggu (20/4) malam WIB. Satu-satunya gol tercipta di laga tersebut dicetak oleh Trent Alexander-Arnold pada menit ke-76.

Leicester harus menerima pahitnya realita bahwa kekalahan tersebut membuat mereka turun ke Divisi Championship hanya dalam satu musim setelah kembali ke Liga Inggris dengan menyisakan lima pertandingan tersisa.

Nasib The Foxes dipastikan setelah kekalahan mereka di kandang dari Liverpool dan hasil yang diraih oleh rival mereka di zona degradasi, West Ham dan Wolves, akhir pekan ini. West Ham, yang berada di peringkat 16, bermain imbang 1-1 di kandang sendiri pada hari Sabtu atas Southampton yang telah terdegradasi.

Sedangkan untuk Wolves, mereka telah memperpanjang keunggulan mereka atas Leicester di peringkat 19 menjadi 20 poin dengan mengalahkan Manchester United di Old Trafford. Praktis, dengan begitu sejatinya Leicester harus mengalahkan sang juara bertahan, Liverpool, di King Power Stadium untuk tetap bertahan di kasta teratas Liga Inggris. Namun, mereka gagal melakukannya saat mereka mengalami kekalahan dari The Reds.

Pertandingan yang tidak berimbang ini ditentukan pada menit ke-76 saat sang pemain pengganti, Alexander-Arnold, menendang bola melewati kerumunan pemain. Tendangan pemain Liverpool itu sempat membentur tiang gawang dua kali setelah momen tendangan sudut.

Leicester mungkin merasa kecewa karena mereka tidak dapat unggul lebih dulu di awal babak kedua saat Conor Coady memasukkan bola, namun gol tersebut tidak disahkan karena wasit Stuart Atwell menganggap Patson Daka melakukan pelanggaran pada penjaga gawang Liverpool, Alisson, dalam situasi tersebut.

Liverpool kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara Liga Inggris kedua mereka, dan gelar juara liga ke-20 secara keseluruhan. Mereka dapat menjadi juara saat menghadapi Tottenham Hotspur di Anfield pada laga selanjutnya mendatang, atau jika Arsenal menyerah di kandang Crystal Palace pada pekan yang sama.

Ini merupakan sebuah pukulan bagi para penggemar Leicester, degradasi mereka secara tidak langsung telah dipastikan sebelum mereka turun ke lapangan di King Power Stadium menghadapi The Reds. Tim asuhan Ruud van Nistelrooy berada di tengah-tengah sepuluh pertandingan tanpa kemenangan dan hanya meraih satu kemenangan, yaitu kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur, dalam 18 pertandingan terakhir mereka. 

Sementara itu, Leicester menjadi tim pertama dalam sejarah kasta tertinggi liga yang menjalani sembilan pertandingan kandang secara beruntun tanpa mencetak gol.

Dalam sejarah sepak bola Inggris di semua divisi, hanya Mansfield (sembilan pertandingan di divisi tiga antara Agustus dan Desember 1971) dan Wolves (sepuluh pertandingan di divisi dua antara Desember 1984 dan April 1985) yang pernah meraih prestasi yang tidak diinginkan ini.

Kemudian, nasib pelatih Van Nistelrooy pun berada di ujung tanduk. Statistik yang memprihatinkan memperkuat spekulasi bahwa masa depan sang pelatih di Stadion King Power hampir tidak mungkin berlanjut.

Leicester kalah dalam 17 laga dari 22 laga di bawah pimpinannya dan hanya mampu meraih tiga kemenangan. Bahkan, lebih mencengangkan, dari 18 laga terakhir, tim asuhannya kalah dalam 16 pertandingan.

Melihat berbagai torehan negatif di bawah kendalinya, Van Nistelrooy mengakui bahwa belum ada kejelasan mengenai masa depannya. Dia akan menunggu arahan manajemen klub untuk mengetahui nasibnya. "Saya harus menunggu bagaimana klub melihat segala sesuatunya dan kemudian mengambil keputusan," ujar Van Nistelrooy.

"Saya melakukan pekerjaan saya dengan tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik bagi klub sepak bola saat ini hingga akhir musim. Saya menunggu arah yang diinginkan oleh klub dan melihat apakah kami dapat menyelaraskan diri dengan hal tersebut."(*)

 

Editor : Indra Zakaria