Tiara Rizqy adalah sosok yang feminin sejak kecil. Suka sekali bergaya dan berfoto. Hobinya itu melekat hingga sekarang. Ciri khas yang paling mudah dikenal darinya di aksesori jepit rambut.
*****
Dibalik paras ayunya, cewek yang akrab disapa Ara itu ternyata menyukai tantangan yang bersentuhan dengan alam. Apalagi kini didaulat menjadi Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih).
Ia menjadi pencinta lingkungan karena ingin mewujudkan pola hidup zero waste alias bebas sampah. “Saya tertarik ikut Pepelingasih, untuk menjaga bumi tetap dalam keadaan yang baik, dan menekan angka sampah yang ada,” katanya.
Gadis 21 tahun itu sering mengikuti kegiatan kolaborasi bersama komunitas lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Misalnya, dalam acara aksi babarsih sungai yang dilaksanakan ketika hari Sungai Nasional bulan Juli tadi.
Berkat mengikuti organisasi Pepelingasih ini, Ara juga memberanikan diri mengadakan kegiatan pembuatan kompos bersama anak kelas 6 SDN Surgi Mufthi 4 Banjarmasin, berkolaborasi dengan Rumah Kompos Sungai Biuku.
Kegiatan tersebut atas inisiatif tiga orang. Ara sebagai ketua pelaksana, Gina sebagai sekretaris, dan Amanda sebagai bendahara. Acaranya pun berjalan dengan lancar, karena ada dukungan pihak sponsor.
“Saya juga melaksanakan pengabdian masyarakat tentang pembuatan eco enzyme. Pengabdian tersebut sangat berkesan, karena merupakan pengalaman pertama,” katanya.
Ara memang tak pelit ilmu dan pengalaman. Saat diminta menjadi narasumber oleh Hima Akuntansi Perguruan Tinggi Politeknik Banjarmasin, perasaannya sangat senang. “Sangat excited berbagi ilmu dengan ibu-ibu PKK di Desa Keladan, Kecamatan Gambut,” ceritanya.
Dalam pengabdian itu, Ara diminta untuk menjelaskan materi mengolah limbah menjadi eco enzyme. Eco enzyme sendiri terdiri dari tiga bahan yakni gula merah, air, dan bahan organik (sisa kulit buah maupun sayur).
“Kegunaan eco enzyme sendiri sangat banyak. Bisa menjadi pengganti sabun lantai, pendamping sabun cuci piring, dan bisa juga sebagai obat mengusir hama tanaman,” jelasnya.
Selama menjadi pencinta lingkungan, Ara mengakui kesulitan membagi waktu dengan kuliah. Alhasil jika ada kegiatan lingkungan yang berlangsung di Barabai, jarang bisa mengikuti.
“Solusinya, kami berbagi tugas dengan Duta Pepelingasih yang lain untuk bergantian menghadiri (di HST, red). Ketika kegiatan berlangsung di Banjarmasin, maka saya yang mewakilkan rekan-rekan duta lain yang tidak bisa berhadir,” ungkap mahasiswi semester 5 PGSD ULM ini.
Ara juga aktif mengikuti organisasi di kampusnya. Aktif di UKM Kepramukaan, UKM Protokol, dan Apresiasi Sastra.
“Semoga dengan banyak ikut organisasi dan kegiatan lingkungan, saya dapat menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Saling membagikan ilmu, dan semoga bisa menghasilkan suatu perubahan khususnya di bidang lingkungan,” tutupnya. (mal/gr/dye)