Sebelum dikenal sebagai Keara dalam film Antologi Rasa, Carissa Perusset terjun ke dunia modeling. Sosok cantik blasteran Jawa dan Swiss tersebut juga menulis buku kumpulan puisi. Di balik karakternya yang pemalu, perempuan 21 tahun itu punya beragam sisi menarik.
-----------------
PADA usia 14 tahun, aura bintang Carissa ”ditemukan” pencari bakat via online. Dia ditawari menjadi model photoshoot. Dari situ, wajahnya menghiasi berbagai majalah, pemotretan untuk brand, fashion video, hingga menjadi model klip musik. ”Nggak pernah mau jadi model catwalk, soalnya malu,” tutur Carissa. Sosoknya bisa dijumpai dalam klip Nidji Hancur Aku, Afgan, serta Pijar.
Aktivitas modeling dijalani perempuan kelahiran 9 Februari 1998 tersebut di luar waktu sekolah. Selain itu, Carissa remaja senang menulis puisi dan prosa. Perempuan yang mengidolakan penulis Seamus Heaney itu akhirnya menerbitkan tulisan-tulisannya ke dalam buku Everything in Between pada 2017.
Kenapa puisi? ”Karena aku dari kecil suka banget seni, tapi aku nggak bisa gambar, nggak bisa nyanyi, apalagi main instrumen,” paparnya. Carissa kecil pernah menjajal ikut les piano, juga biola. ”Tapi, nggak ada yang stuck sama aku. Ujung-ujungnya nulis,” ucapnya. Puisi, bagi dia, seperti tulisan yang bermelodi.
Senang menulis puisi sering diidentikkan dengan sosok yang romantis. ”I am a romantic person but I don't fall in love easily,” tegasnya. Carissa mengakui, yang dia tulis di buku pertamanya terlalu personal. ”Bukan menyesali sih, cuman agak gimana kalau dibaca sekarang,” katanya, lantas tertawa. Carissa masih ingin terus menulis. ”Pengin bikin buku kedua, mungkin cerpen,” imbuhnya.
Carissa mengenal teater di sekolah. Dia senang menonton film, tapi belum pernah mencoba akting di depan kamera. Sampai suatu hari, dia dapat tawaran untuk casting sebagai Keara. Ika Natassa dan produser Sunil Soraya yakin betul Carissa-lah yang tepat untuk menghidupkan karakter dari novel Antologi Rasa itu.
”Pas dikasih kesempatan ini, aku nggak bisa bilang enggak. Karena ini keren banget,” ungkap anak sulung dari tiga bersaudara itu. Tak pernah terbayang dalam benaknya suatu saat bermain dalam film layar lebar.
Saat dikabari terpilih menjadi Keara, Carissa excited, tapi juga shock luar biasa. Dia sampai berkali-kali bertanya kepada casting director, ”Ini beneran, serius?” Begitu masuk mobil, dia berpikir ulang. ”Sempat ada pikiran, apa gue cancel aja ya. Soalnya, takut banget,” kenangnya.
Carissa belajar banyak di film pertamanya itu. Memperlancar bahasa Indonesia, bagaimana memasukkan rasa, chemistry dengan partner, juga teknis berakting. ”Ini akting pertamaku, of course belum bagus. Tapi, aku mau belajar untuk improve,” ujar pengagum Charlize Theron, Uma Thurman, dan Jake Gyllenhaal itu.
Bintang perempuan belia tersebut, tampaknya, bakal bersinar terang. Dia sudah menandatangani kontrak untuk beberapa film mendatang bersama Soraya Intercine Films. Carissa ingin mengasah kemampuan berakting.
Kalau ditanya impian di film berikutnya ingin berakting dengan siapa, Carissa menyebut nama Luna Maya. ”Dulu umur 15 pernah jadi model untuk brand-nya. Aku bukan siapa-siapa, tapi Kak Luna sangat baik dan ramah,” tuturnya. Carissa kerap menonton film-film yang dibintangi Luna. ”Kalau bisa satu produksi dengannya, wah menyenangkan sekali,” sambungnya. (nor/c17/nda/jpg/dwi/k8)
Editor : octa-Octa