Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

The Iron Throne Menduduki ”Takhtanya”

izak-Indra Zakaria • Rabu, 22 Mei 2019 - 18:47 WIB

NEW YORK – Game of Thrones (GoT) Season 8 berhasil mendapatkan takhtanya sendiri. Episode terakhir dari season finale tersebut dinobatkan sebagai episode yang paling banyak ditonton. HBO mencatat bahwa episode berjudul The Iron Throne itu ditonton 13,6 juta viewers pada penayangan awal Senin (20/5) WIB.

Ditambah dengan penayangan ulang dan streaming, jumlah itu bertambah menjadi 19,3 juta. The Iron Throne mematahkan rekor episode GoT sebelumnya, yakni The Bells. Jumlah penonton pada hari pertama sebesar 12,4 juta penonton, ditambah penayangan ulang total penonton sebanyak 18,4 juta.

Bukan hanya itu, GoT juga menjadi serial TV HBO yang paling populer. Rekor episode serial HBO dengan penonton terbanyak sebelumnya adalah premiere season keempat The Sopranos yang tayang pada 2002 lalu (13,4 juta).

HBO memperkirakan, jumlah penonton rata-rata season 8 itu adalah 44,2 juta per episode. Naik lebih dari 10 juta dari season 7. Hal itu membuktikan bahwa kritik negatif dari para fans terhadap season 8 tidak berpengaruh pada jumlah penonton.

Petisi online dari para fans yang meminta HBO untuk me-remake season finale itu masih berlanjut. Namun belum mencapai angka gol sebesar 1,5 juta tanda tangan. HBO sendiri belum buka suara terkait petisi tersebut. Namun tidak dengan Sophie Turner.

Pemeran Sansa Stark itu menyebut petisi online tersebut tidak menghargai para kru, penulis, dan filmmaker yang bekerja keras selama sekitar 10 tahun, dari season 1 sampai 8. ’’Banyak orang yang bekerja sangat keras. Untuk orang-orang yang menganggap ini sampah hanya karena tidak sesuai dengan apa yang ingin mereka lihat, itu sangat tidak sopan,’’ katanya sebagaimana dilansir dari The New York Times.

Sementara itu, penulis George R.R. Martin memberikan kabar bahwa dirinya segera menyelesaikan season keenam dari serial buku A Song of Fire and Ice yang berjudul The Winds of Winter. Buku terakhir yang dirilis Martin adalah season 5, yakni A Dance with Dragons pada 2011 lalu. Saat itu serial GoT baru mulai proses produksi.

Martin tidak menyelesaikan buku keenam sebelum season 6 serial TV mulai produksi. Itulah mengapa tiga season terakhir dari serial TV GoT membuat ceritanya tidak lagi berdasar buku. Tetapi dari catatan yang ditulis Martin untuk showrunner. Setelah The Winds of Winter selesai, Martin akan mulai menulis season selanjutnya, yakni A Dream of Spring.

Lantas, apakah akhir kisah di buku akan sama dengan serial TV? ’’Aku dengar orang-orang bertanya. Apakah akhirnya akan sama dengan show? Atau berbeda? Well... ya. Dan tidak. Dan ya. Dan tidak,’’ tulisnya di blognya. (The New York Times/Hollywood Reporter/adn/c25/jan)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#film