Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dicegah Mencuci Baju di Sungai, Warga Tebas Ditemukan Tewas Mengapung

izak-Indra Zakaria • 2023-04-26 12:00:00
Polisi melakukan identifikasi warga yang ditemukan meninggal di Sungai Sebangkau, Semparuk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
Polisi melakukan identifikasi warga yang ditemukan meninggal di Sungai Sebangkau, Semparuk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Warga berinisial Ka dari Dusun Karya Tani, Desa Mak Tangguk, Kecamatan Tebas ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di Sungai Sebangkau, Semparuk, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Senin (24/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapolsek Tebas, AKP Muhammad Ginting menyebut setelah ditemukan, jenazah langsung diuk dibawa ke Puskesmas Sungai Kelambu. “Setelah melakukan identifikasi, kemudian sudah dibenarkan pihak keluarga, jika mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut adalah Kartobi,” kata Ginting.

Penemuan mayat tersebut berawal adanya warga yang melihat ada sesosok mayat mengapung di Sungai Semparuk Sebangkau. Selanjutnya sejumlah warga mendatangi lokasi dengan menggunakan sampan. “Sejumlah warga memastikan apakah itu memang mayat atau bukan. Setelah didatangi benar itu adalah sesosok mayat yang kondisinya mengapung dengan posisi telungkup, tidak menggunakan pakaian hanya menggunakan celana dalam sambil memegang 1 helai baju kaos warna putih,” sebutnya. 

Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke tepi sungai di dekat lokasi penemuan. Kemudian memastikan, apakah warga yang ada mengenalnya atau tidak dengan cara membalikkan mayat saat sudah berada di daratan. “Salah satu saksi, ada yang mengenal jika mayat itu seperti pamannya. Setelah dilihat lagi termasuk mengenal ciri-cirinya, sehingga kami dari pihak kepolisian bersama warga membawa mayat ke Puskesmas Sungai Kelambu untuk pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah diperiksa, ada warga yang membenarkan jika mayat itu adalah anggota keluarganya yang bernama Kartobi. “Pihak keluarga dan saudara membenarkan jika mayat itu adalah saudaranya yakni Ka, selanjutnya membawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Dimana pihak keluarga tak mau untuk dilakukan autopsi terhadap korban dan telah menerima kematian korban dengan ikhlas,” katanya.

Kemudian dari keterangan dokter Puskesmas Sungai Kelambu saat dilakukan Visum et Repertum, tak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Sementara, dari keterangan keluarga, kesehariannya korban tinggal sendiri di Dusun Karya Tani R 001 Rw001 Desa Maktangguk Kecamatan Tebas. Pihak warga mengakui jika terakhir bertemu dengan korban pada Sabtu 22 April 2023 sekitar pukul 22.30 wib. Dimana saat pergi untuk silaturahim lebaran.

“Ada saksi yang saat akan silaturahim lebaran melihat pria tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana dalam di samping sebuah rumah, bahkan sempat menegur siapa itu dan dijawab mau nyuci baju. Bahkan saksi sempat mengantar korban ke jalan depan rumah menyuruh korban pulang ke rumahnya. Namun korban tidak mau dan justru berjalan ke arah sungai Semparuk Sebangkau,” pungkasnya. (fah)

 

 
 
 

 

 
Editor : izak-Indra Zakaria