Syahriani Siregar• Minggu, 10 Maret 2024 - 19:00 WIB
Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Pontianak menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Salah satunya di Jalan Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Pontianak, Jumat (8/3). (ARIEF NUGROHO)
Tingginya curah hujan di Kalimantan Barat sepekan terakhir menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, setidaknya ada empat kabupaten yang terendam banjir, yaitu Kabupaten Bengkayang, Sambas, Ketapang dan Sintang.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel mengatakan, banjir yang terjadi di sejumlah daerah tersebut disebabkan karena tingginya curah hujan yang terjadi selama sepekan terakhir.
“Banjir yang terjadi saat ini disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang turun di masing-masing wilayah,” kata Daniel.Di Kabupaten Ketapang misalnya, banjir merendam sedikitnya empat desa, yakni Desa Alam Pakuan, Desa Panjawaan, Desa Randu Jungkal dan Desa Randau, Kecamatan Sandai, dengan jumlah penduduk yang terdampak sebanyak 4.947 jiwa.
Kabupaten Sambas, banjir terjadi di kecamatan yang terjadi di dua desa, yakni Desa Sebunga dan Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, dengan jumlah penduduk yang terdampak sebanyak 609 jiwa.
Untuk Kabupaten Bengkayang, banjir merendam sedikitnya satu desa, yakni desa Sekoda, kecamatan Jagoi Babang, dengan jumlah penduduk 59 jiwa.
Sedangkan untuk kabupaten Sintang, banjir merendam sedikitnya lima desa, yakni desa Kolangan Juoi, Kecamatan Ambalau, Desa Karya Jaya, Desa Begori, Desa Nanga Serawai, Desa Batu Ketebung, Kecamatan Serawai, dengan jumlah penduduk yang terdampak 1.640 jiwa.
Dikatakan Daniel, selain merendam rumah penduduk, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, fasilitas sosial dan ruas jalan.Dikatakan Daniel, banjir diprediksi akan terus meluas mengingat tingginya curah hujan yang terjadi saat ini.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada kabupaten/ kota untuk segera menetapkan status kebencanaan, jika tidak terkendali.Menurut Daniel, hal itu perlu dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi untuk mempermudah akses penanggulangan bencana di daerah.
Disinggung soal banjir yang terjadi di Kabupaten Melawi, Daniel mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari BPBD setempat.
“Bentul. Melawi banjir, tapi sampai saat ini, data jumlah warga dan fasum yang terdampak belum ada laporan dari BPBD kabupaten,” terangnya.
Pontianak Tergenang
Sementara itu, kemarin, Kota Pontianak diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibat guyuran hujan tersebut beberapa ruas jalan utama terendam banjir. Pantauan Pontianak Post, banyak pengendara sepeda motor mencari jalan alternatif lain agar tak terkena banjir.
Hujan deras itu mengakibatkan beberapa ruas jalan terendam. Tampak air di drainase sudah tak mampu menampung air hujan. Alhasil air hujan meluber ke jalanjalan utama.Begitu pula di jalan-jalan lingkungan di daerah mulai dari Jalan Surya, Jalan Purnama, Jalan Sulawesi sampai Jalan MT Haryono terendam.
Tampak pengendara roda dua mencari jalur-jalur alternatif. Itu dilakukan meminimalisir dari jalan-jalan yang rendaman airnya dalam. Jika dipaksakan akan berbahaya bagi pengendara roda dua. Sebab kendaraan berpotensi akan mogok.
Salah satu warga yang tinggal di Gang Widodo memindahkan kendaraan roda duanya ke daerah yang lebih tinggi. Sebab air sudah masuk dalam rumah. Setinggi betiskaki.
Jika motor ini dibiarkan dalam rumah, takutnya akan mengenai busi mesin dan mengakibatkan mogok.
Genangan banjir menyebabkan kendaraan berjalan lambat sehingga kemacetan tak terhindarkan di beberapa titik tadi malam.
Seperti terjadi di sepanjang jalan Ahmad Yani. Kemacetan terjadi mulai dari simpang Parit Haji Husin hingga ke Bundaran Universitas Tanjungpura.
Sementara itu BMKG Kalbar memprediksi hujan dengan intensitas ringan dan sedang masih akan turun hingga malam hari.
Demikian dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Metereologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno. (arf)