Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Beras Lokal jadi Alternatif Warga Landak di Tengah Lonjakan Harga Premium

Syahriani Siregar • Senin, 18 Maret 2024 - 21:00 WIB
Pj Bupati Landak Samuel berbincang dengan seorang pedagang yang menjual beras lokal asli Kabupaten Landak di Pasar Rakyat Landak, beberapa waktu lalu. (MIFTAHUL KHAIR/PONTIANAK POST)
Pj Bupati Landak Samuel berbincang dengan seorang pedagang yang menjual beras lokal asli Kabupaten Landak di Pasar Rakyat Landak, beberapa waktu lalu. (MIFTAHUL KHAIR/PONTIANAK POST)

 Harga beras premium sejak tiga minggu ini mengalami kenaikan. Beras lokal dapat menjadi alternatif warga untuk mengimbangi lonjakan harga beras premium. Menurut pantauan Pontianak Post di Pasar Rakyat Landak, meski beras lokal turut mengalami kenaikan, namun harganya tidak setinggi beras premium. 

Beras premium Cap Tupai Madu misalnya mencapai Rp18.000,- per kilogram. Sementara beras lokal seharga Rp16.000,- per kilogram.

“Beras lokal ini ikut naik. Dari harga Rp14.000,- per kilogram. Perlahan naik jadi Rp15.000,- sekarang jadi Rp16.000,- per kilogramnnya,” ungkap salah seorang pedagang beras lokal Rifa’adin ditemui akhir pekan lalu. 

Menurutnya, semenjak harga beras premium naik, banyak warga yang membeli beras lokal. Beras lokal bisa menjadi alternatif warga yang merasa harga beras premium terlalu mahal. Apalagi kualitas yang beras lokal juga tak kalah bagusnya dengan beras premium.

Beras lokal tersebut merupakan produksi asli Kabupaten Landak. Dirinya mengatakan, beras tersebut sebagian besar berasal dari Senakin, Sompak, dan Sadaniang. Ia mengambil dari penggilingan seharga Rp14.200 per kilogram.

“Harga beras lokal ini ikut naik juga karena padi kita tidak banyak. Tahun lalu (2023) banyak petani gagal panen gara-gara kemarau panjang,” kata dia.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Landak Rosalia Elizabet mengatakan, harga beras menurutnya mengalami kenaikan di seluruh Indonesia.

Walaupun begitu, ketersediaan beras masih aman. Ditambah Kabupaten Landak merupakan produsen beras terbesar di Kalimantan Barat. Sebagian masyarakat, masih mengonsumsi beras lokal. 

Pihaknya juga terus mengimbau para petani untuk tidak menjual semua hasil panennya. “Kami selalu petani untuk menyisihkan beras untuk dikonsumsi, sehingga kebutuhan keluarga terbilang aman,” kata dia. (mif)

Editor : Indra Zakaria
#kabupaten landak