Menurutnya, semenjak harga beras premium naik, banyak warga yang membeli beras lokal. Beras lokal bisa menjadi alternatif warga yang merasa harga beras premium terlalu mahal. Apalagi kualitas yang beras lokal juga tak kalah bagusnya dengan beras premium.
Beras lokal tersebut merupakan produksi asli Kabupaten Landak. Dirinya mengatakan, beras tersebut sebagian besar berasal dari Senakin, Sompak, dan Sadaniang. Ia mengambil dari penggilingan seharga Rp14.200 per kilogram.
“Harga beras lokal ini ikut naik juga karena padi kita tidak banyak. Tahun lalu (2023) banyak petani gagal panen gara-gara kemarau panjang,” kata dia.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Landak Rosalia Elizabet mengatakan, harga beras menurutnya mengalami kenaikan di seluruh Indonesia.
Walaupun begitu, ketersediaan beras masih aman. Ditambah Kabupaten Landak merupakan produsen beras terbesar di Kalimantan Barat. Sebagian masyarakat, masih mengonsumsi beras lokal.
Pihaknya juga terus mengimbau para petani untuk tidak menjual semua hasil panennya. “Kami selalu petani untuk menyisihkan beras untuk dikonsumsi, sehingga kebutuhan keluarga terbilang aman,” kata dia. (mif)