Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BPBD Mempawah Catat 20.549 Jiwa Terdampak Banjir

Indra Zakaria • Rabu, 29 Januari 2025 - 18:00 WIB
EVAKUASI: Salah satu titk evakuasi korban banjir di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. (WAHYU/PONTIANAKPOST)
EVAKUASI: Salah satu titk evakuasi korban banjir di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. (WAHYU/PONTIANAKPOST)

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah Purwadi mengugnkapkan banjir di wilayahnya telah berlangsung sejak sepekan lalu. Banjir merendam telah merendam 5 kecamatan, 12 desa dan kelurahan serta berdampak terhadap 5.537 kepala keluarga atau 20.549 jiwa.

“Banjir di Kabupaten Mempawah ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya curah hujan yang merata hampir terjadi setiap hari, kemudian limpahan banjir dari daerah perhuluan Kabupaten Landak,” terang Purwadi.

Dia menambahkan, ada beberapa daerah yang cukup rentan terendam banjir dengan ketinggian antara 1-1,5 meter seperti di Desa Pasir, Desa Sejegi dan Toho.

“Kami sudah menyediakan 10 titik evakuasi untuk korban banjir di Kabupaten Mempawah. Salah satu titik evakuasi tersebut yakni di Mess Chandramidi Mempawah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Purwadi mengungkapkan, pihkanya telah melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan dan penanggulangan banjir di Kabupaten Mempawah. Diantaranya dengan melakukan koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status tanggap darurat bencana sejak tanggal 24 Januari 2025.

“Kami telah membuka posko-posko penanganan banjir baik di tingkat kabupaten maupun desa-desa terdampak banjir,” paparnya.

Baca Juga: Sekda Kapuas Hulu: Kembali Merajut Tali Persaudaraan Setelah Pilkada

Kemudian, masih disampaikan Ismail, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah membentuk posko kesehatan di Mess Chandramidi dan menyediakan layanan mobile kesehatan melalui petugas puskesmas dan pustu setempat.


“Kami juga telah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi banjir serta menyalurkan bantuan berupa logistik dengan memprioritaskan titik-titik evakuasi korban banjir,” katanya. Terakhir, Ismail mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi banjir kepada Pemerintah Provinsi Kalbar sekaligus minta dukungan kepada seluruh stakeholder untuk membantu para korban banjir di Kabupaten Mempawah. 

“Secara terpadu, kami akan terus melaksanakan langkah-langkah penanganan yang efektif dan terpadu serta mengupdate perkembangan banjir di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.(wah)

Editor : Indra Zakaria